Kesedihan

Sebenarnya rasa itu apa? kenapa ia ada beraneka ragam: sedih, senang, takut, gugup, bingung, semuanya bahkan bisa hadir bersamaan…
Kali ini yang aku rasakan adalah sedih…. Ya, mungkin lagi-lagi sedih tapi entah apa penyebabnya..
Kenapa ya, rasanya selalu saja kesedihan yang lebih mudah diungkapkan?
Karena mungkin ia adalah sesutu yang benar-benar terasa betapa itu sakit..
Tapi bagaimanakah kita tau sakit itu meski ia tidak terlihat?
Awalnya karena sehari ini ada pengganggu yang dengan sengaja mengganggu, dan dampaknya entah kenapa masih belum bisa mengembalikan keceriaan beberapa menit sebelumnya..
Ah, kenapa suatu hal kecil bisa berdampak besar? Padahal aku tahu itu adalah keisengan biasa, dan ia sama sekali tidak bermaksud untuk menyakitiku, terlihat menyesal tapi sekaligus hendak mencoba mengulangnya…
Tapi sungguh, meski bisa tersenyum dan kembali berceloteh, hati ini masih tetap tidak bisa seperti tadi, ditambah lagi hal lain yang menambah rasa sedih karena kekecewaan terhadap hal lain..
Huh… tarikan nafas pun seakan sia-sia ketika hati sedang semerawut ya?
Meski diulang berkali-kali dan difikir berkali-kali tetap sama.. Tapi paling tidak ketika menulis ini bisa tersenyum walau sesaat….
Hihi.. Ternyata benar apapun yang kau rasakan terlebih lagi kesedihan memang sebaiknya kau bagi meski seakan-akan kau berbicara sendiri, seperti dengan cara menulis seperti ini..
Hutf…
Kenapa ya, ketika air matamu turun, maka ia akan sulit untuk berhenti…
Ya,seperti saat ini… Ketika kesedihan itu ada padaku entah kenapa air mata ini lagi-lagi turun. Mungkin karena ia sudah lama tidak dikeluarkan kali yaπŸ™‚
Ya sudahlah, rasanya setiap rasa itu tidak akan berhenti sampai kita menutup mata.. Yang pasti semoga semakin hari kesedihan itu tidak semakin sering, karena bukankah kebahagiaan itu kita yang berusaha menciptakannya, bukan?
*Curhatan kemarin…

9 pemikiran pada “Kesedihan

  1. dear,,bila kita sedih jiwa kita juga sakit..dlm hidup ini kita akan rasa berbagai2 lagi rasa..seperti warna pelangi…bermacam2 warna mewaliki bermacam2 rasa..semua ini bergantung pada kita bagaimana menghadapinya..yg utama kita harus redha..bila kita redha yg pahit itu akan jadi manis..yg sulit itu akn jadi mudah..bila kita diuji dgn rasa yg tidak enak,cuba kita bayangkan nasib2 mereka yg lbih teruk dari kita..waktu itu kita akn rasa bersyukur kerna sekurang2 Allah mau uji kita dgn cara kita belajar dri kesilapan yg pernh kita lakukan…ingtlah keluarga dan teman2 selalu ada bersamamu…:)

  2. memeychayank said: waduh,ada yg curcol..hehe,tp mang kalo nulis bs jd lbh tenang…apapun yg t’jd,tetaplah tersenyum dan semangat!^^

    curcol tu apa mei??hehe..iya,klo lg sedih memang bagus klo dituangin ke tulisan, daripada dipendem sendirian n ga dikeluarin….

  3. qirabella said: dear,,bila kita sedih jiwa kita juga sakit..dlm hidup ini kita akan rasa berbagai2 lagi rasa..seperti warna pelangi…bermacam2 warna mewaliki bermacam2 rasa..semua ini bergantung pada kita bagaimana menghadapinya..yg utama kita harus redha..bila kita redha yg pahit itu akan jadi manis..yg sulit itu akn jadi mudah..bila kita diuji dgn rasa yg tidak enak,cuba kita bayangkan nasib2 mereka yg lbih teruk dari kita..waktu itu kita akn rasa bersyukur kerna sekurang2 Allah mau uji kita dgn cara kita belajar dri kesilapan yg pernh kita lakukan…ingtlah keluarga dan teman2 selalu ada bersamamu…:)

    iya kak ira…ya semoga semuanya diakhiri dengan senyuman manis dan keputusan apapun nanti yang memberatkan langkah ini merupakan jalan terbaik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s