Sekilas Tentang Bontang

Nah, karena saat ini mira lagi kangen Bontang, makanya mira coba-coba cari sesuatu yg berkaitan dengan kota ini..
Ini dia beberapa hal yang menarik dari kota Bontang, tempat kelahiranku…
 

SEJARAH BONTANG

Dalam perjalanan sejarah, Bontang yang sebelumnya hanya merupakan perkampungan yang terletak di daerah aliran sungai, kemudian mengalami perubahan status, sehingga menjadi sebuah kota. Ini merupakan tuntutan dari wilayah yang majemuk dan terus berkembang.
 
Pada awalnya, sebagai kawasan permukiman, Bontang memiliki tata pemerintahan yang sangat sederhana. Semula hanya dipimpin oleh seorang yang dituakan, bergelar Petinggi di bawah naungan kekuasaan Sultan Kutai di Tenggarong. Nama-nama Petinggi Bontang tersebut adalah: Nenek H Tondeng, Muhammad Arsyad yang kemudian diberi gelar oleh Sultan Kutai sebagai Kapitan, Kideng, dan Haji Amir Baida alias Bedang.
 
Bontang terus berkembang sehingga pada 1952 ditetapkan menjadi sebuah kampong yang dipimpin Tetua Adat. Saat itu kepemimpinan terbagi dua: hal yang menyangkut pemerintahan ditangani oleh Kepala Kampung, sedangkan yang menyangkut adat-istiadat diatur oleh Tetua Adat. Jauh sebelum menjadi wilayah Kota Administratif, sejak 1920, desa Bontang ditetapkan menjadi ibu kota kecamatan yang kala itu disebut Onder Distrik van Bontang, yang diperintah oleh seorang asisten wedana yang bergelar Kiyai.
 
Adapun Kyai yang pernah memerintah di Bontang dan masih lekat dalam ingatan sebagian penduduk adalah: Kiyai Anang Kempeng, Kiyai Hasan, Kiyai Aji Raden, Kiyai Anang Acil, Kiyai Menong, Kiyai Yaman, dan Kiyai Saleh.
 
Sebelum menjadi sebuah kota, status Bontang meningkat menjadi kecamatan , dibawah pimpinan seorang asisten wedana dalam Pemerintahan Sultan Aji Muhammad Parikesit, Sultan Kutai Kartanegara XIX (1921-1960), setelah ditetapkan Undang Undang No 27 Tahun 1959 tentang pembentukan Daerah Tk II di Kalimantan Timur dengan menghapus status Pemerintahan Swapraja.
 
Pada 21 Januari 1960, berdasarkan UU No 27 Tahun 1959 , dalam Sidang istimewa DPRD Istimewa Kutai, Kesultanan Kutai dihapuskan dan sebagai gantinya dibentuk Kabupaten Daerah Tk II Kutai yang meliputi 30 kecamatan. Salah satu kecamatan itu adalah Bontang yang berkedudukan di Bontang Baru, meliputi beberapa desa, yaitu Desa Bontang, Santan Ulu, Santan Ilir, Santan Tengah, Tanjung Laut, Sepaso, Tabayan Lembab, Tepian Langsat, dan Keraitan.Bontang kemudian mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal itu mulai terlihat pada 1975, yang disebabkan karena dijadikannya Bontang sebagai daerah industri. Pada 1974 berdiri PT Badak yang mengelola industri gas alam. Tiga tahun kemudian, 1977, menyusul berdirinya PT. Pupuk Kaltim yang mengelola industri pupuk dan amoniak.
 
Dengan kemajuan yang begitu pesat karena adanya pembangunan sarana dan prasarana yang berskala nasional, bahkan internasional, Pemerintah Daerah mempertimbangkan peningkatan status Bontang dari Kecamatan menjadi Kota Administratif yaitu melalui Peraturan Pemerintah No 20 Tahun 1989. Dengan demikian dibentuklah wilayah kerja Pembantu Bupati Kepala Daerah Tk II Kutai Wilayah Pantai Kecamatan Bontang akhirnya diusulkan Gubernur Kaltim untuk ditingkatkan menjadi Kota Administratif (Kotif).
 
Pada 1989, dengan PP No. 22 Tahun 1988 Kecamatan Bontang disetujui menjadi Kota Administratif dan diresmikan pada 1990 dengan membawahi Kecamatan Bontang Utara (terdiri dari Bontang Baru, Bontang Kuala, Belimbing, Lok Tuan) dan Selatan (Sekambing, Berbas Pantai, Berbas Tengah, Satimpo, dan Tanjung Laut). Pada 12 Oktober 1999, Kotif kemudian berubah menjadi Kota Otonom, berdasarkan Undang Undang No 47 Tahun 1999.
 
Guna melaksanakan tugas kepemerintahan saat itu ditunjuk Drs. Ishak Karim sebagai Walikota Kotif Bontang yang pertama. Sebagai perkembangan dari Daerah Tk II Kabupaten Kutai, maka melalui Undang Undang No 47 Tahun 1999 tentang pemkatkan menjadi Kota Bontang. Sebagai pelaksana tugas ditunjuk Drs Fachmurniddin yang melaksa nakan tugas kepemerintahan dan pelaksanaan persiapan pemilihan walikota definitif.Sebelumnya juga telah dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang oleh Walikota melalui penetapan calon yang diajukan oleh masing-masing partai berdasarkan perolehan kursi pada Pemilu 1999. Setelah persyaratan anggota dewan terpenuhi, maka ditetapkan dan dilantik para anggota dewan yang terdiri dari 25 orang dengan ketua H. Rusdin Abdau.
 
Walikota Bontang pertama dari pemilihan anggota dewan itu adalah dr H Andi Sofyan Hasdam, SpS dari Partai Golkar dan H Adam Malik sebagai Wakil Walikota yang berasal dari PPP. Mereka dilantik dan diambil sumpah jabatan pada 1 Maret 2000.
 
 

LETAK KOTA BONTANG

 
Secara Geografis KOTA BONTANG terletak antara 117º23’ Bujur Timur sampai 117º38’ Bujur Timur serta diantara 0º01’ Lintang Utara dan 0º12’ Lintang Utara. Kota Bontang menempati wilayah seluas 497,57 km2 Wilayah Kota Bontang didominasi oleh lautan, yaitu seluas 349,77 km2 (70,30 %), sedangkan wilayah daratannya hanya 147,8 km2 (29,70 %).
 
Kota Bontang merupakan jalur khatulistiwa dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
 
– Sebelah Utara berbatasan dengan Kutai Timur
– Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Makasar
– Sebelah selatan berbatasan dengan Kutai Kartanegara
– Sebelah Barat berbatasan dengan Kutai Timur
 
 

GOLD GREEN CITY UNTUK BONTANG


Setelah beberapa saat lalu kota Bontang mendapatkan piala adipura kali ini bontang menegaskan kembali tentang kepeduliannya kepada kebersihan dan pelestarian lingkungan disekitarnya.


Program pelestarian lingkungan hidup yang dijalankan oleh Kota Bontang dan Kota Balikpapan, akhirnya berbuah manis. Kamis kemarin, dua kota terbersih di Kaltim ini kembali berhasil meraih penghargaan Gold Green City dalam acara penganugerahan Indonesia Green Awards yang digelar majalah Bisnis & CSR di Gedung Smesco UKM, Jakarta.

Penghargaan bergengsi di bidang lingkungan ini diserahterimahkan langsung oleh Ketua DPD-RI Irman Gusman, kepada Walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam, dan Kepala Badan Lingkungan Hidup Balikpapan Syahrumsah Setia.

Selain Bontang dan Balikpapan, Kabupaten Berau dan Provinsi Kaltim juga mendapat penghargaan serupa, meski dengan level yang lebih rendah. Berau yang tidak sempat mengirimkan perwakilannya mendapat penghargaan kategori Bronze (perunggu). Sedangkan Provinsi Kaltim yang diwakili Staf Ahli Gubenur Awang Faroek Ishak, Prof Daddy Ruchiyat mendapat penghargaan kategori perak, tepatnya SiLver Green Province
Presiden Direktur La Tofi Entreprise Media, La Tofi, selaku pemakrarsa kegiatan mengatakan penghargaan Indonesia Green Awards diberikan kepada lembaga pemerintah, LSM, perusahaan, media yang dinilai konsen dan turut berjuang menyelematkan mata rantai kehidupan.
Green Award ini merupakan bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang selama ini berjuang menyelamatkan mata rantai kehidupan. Baik itu pemerintah, perusahaan maupaun lembaga sosial non goverment. terdapat 11 kategori penghargaan Indonesia Green Awards akan diserahkan, hari itu. Di antaranya Green City yang diberikan kepada 11 Kabupaten/kota se Indonesia, Green Province untuk 4 provinsi, Green CSR bagi 14 badan usaha, Green Mining dan Green Perbankan.
Totalnya penerima award ada 54 lembaga pemerintah dan non pemerintah, parameter penilaian yang digunakan tim juri antara lain menitikberatkan pada kebijakan, aksi yang melahirkan dampak nyata yang positif sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Pemanfaatan air secara bijak, penghematan energi hingga pemanfaatan energi alternatif, pengembangan keanekaragaman hayati, dan penerapan konsep green building.
Walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam mengatakan penghargaan yang diterima Bontang pada prinsipnya hasil dari kerja keras semua pihak. Terutama kesadaran dari masyarakat dan dukungan dari perusahaan yang ada di Bontang untuk terus-menerus melakukan aksi nyata penyelamatan lingkungan.
 
Bagi masyarakat Bontang makna dari penghargaan ini adalah kita dituntut semakin bekerja keras melakukan rehabelitasi lingkungan. Terutama perbaikan lingkungan pesisir seperti mangrove dan terumbu karang yang sudah terancam habis. lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan merupakan hak asasi setiap manusia yang sudah seharusnya dijaga dan dilestarikan.



PULAU BERAS BASAH BONTANG

Apa yang anda pikirkan bila mendengar BERAS BASAH? mungkin anda mengira beras yang terkena air atau terendam air…. Eitssss, bila anda ke kota Bontang maka warga disini akan menyebut suatu pulau yang berada ditengah-tengah laut Bontang. Pulau Beras Basah merupakan salah satu andalan tempat wisata di Bontang. Pulau ini di kelilingi dengan pasir putih dan air yag jernih.

Bila musim liburan tiba banyak sebagian masyarakat disini menjadikan pulau ini menjadi tujuan berlibur.untuk menuju kesana sangat mudah karena banyak para nelayan yang menyewakan kapalnya,jarak yang ditempuh sekitar 30 menit dari kota Bontang.


Di pulau ini terdapat satu Menara pengawas dan beberapa tenda untuk berteduh.jangan lupa untuk membawa peralatan untuk memancing karena di sekitarnya banyak ikan, sekiranya anda lagi beruntung bisa saja anda mendapatkan ikan yang besar, hehehehe…bila anda ke Bontang jangan lupa untuk singgah dijamin anda tidak menyesal bukan hanya itu mungkin anda ketagihan….hehehehe..

 

Ini dapetnya dari sini

Singapura Bontang

Ya, Anda mungkin baru mendengarnya. Singapura Bontang, dinamakan demikian, merupakan objek wisata terbaru dan mulai di lirik warga Bontang dan pelancong dari luar daerah. Akan ramai sekali khususnya pada malam hari. Dinamakan Singapura Kota Bontang, sebab yang khas disana adalah adanya tekstur patung Merlion besar seperti yang ada di Singapura. Persis sekali.

Hal ini tidak salah. Ada ungkapan begini, Kota Bontang pada malam bak Singapura. Coba perhatikan, jika Anda melakukan perjalanan malam hari dan baru masuk di tugu Selamat Datang Kota Bontang yang terletak di Sungai Bontang atau KM.8, Anda akan mendapatkan pemandangan yang sangat mengagumkan itu.

Inilah kenapa kemudian didirikan taman objek wisata Singapura Kota Bontang. Sempatkanlah diri Anda untuk berkunjung kesini, sekedar berfoto bersama dan kemudian pamerkan pada kerabat Anda. Sampaikan dengan sangat bangga sekali pada mereka bahwa, “Lihat, saya baru dari Singapura,”. Benar, Anda baru saja tiba dari Singapura Kota Bontang.

Nikmati malam Anda di daerah ini dengan menikmati jagung bakar rasa khas dan pemandangan laut malam hari yang diterangi lampu perusahaan kilang PT. Badak, tak ketinggalan gemerlap obornya. Jangan lupa ajak kerabat dan keluarga Anda menikmati suasana nyaman dan menentramkan ini.

Linknya disini

Bontang Kuala: Perumahan di Atas Laut

Bagi Anda penikmat ikan bakar dan makanan khas Banjar atau Bugis, sempatkanlah untuk mampir ke objek wisata yang sangat kesohor di Kota Bontang ini. Padanan nasi panas nan pulen, ikan segar yang sudah terolah sempurna, dan disesaki sambel pedas yang khas, pantas rasanya jika di kemudian hari Anda terngiang untuk dapat kembali bersua dengan keindahan Kota Bontang, khususnya daerah Bontang Kuala.

Nah, sembari santap siang, Anda bisa menikmati panorama laut biru sepanjang mata memandang. Jangan lupa temanu dan ajak anak-anak Anda untuk memancing. Tenang saja, pancingan sudah tersedia. Anda hanya perlu merogoh kocek sedikit seharga uang parkir Anda.

Di malam hari, ada CAFE KAPAL. Jangan salah, ini bukanlah kapal sungguhan sebagaimana biasa Anda lihat. Hanya saja gaya arsitektur bangunannya persis seperti kapal; ada pelayan, cafe, tersedia menu masakan pilihan, dan lain-lain. Nuansanya begitu mempesona dihiasi malam berbintang melingkar-lingkar. CAFE KAPAL bisa menjadi tempat alternatif yang pas buat liburan kelaurga Anda. Angin malam yang halus serta gemericik selam selup ikan-ikan laut akan menambah tentram suasana malam Anda.

Linknya disini

Taman Nasional Kutai

Taman nasional ini letaknya masuk di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, namun lebih dekat dan sangat mudah di jangkau dari Kota Bontang. Jika ingin melihat tekstur hutan Kalimantan yang sesungguhnya, kunjungilah Taman Nasional Kutai ini.

Taman Nasional Kutai atau biasa disingkat TNK memiliki lahan total seluas 198.629 ha. Namun sejak masuk periode tahun 2000-an, wilayah TNK ini mulai dirambah penduduk sekitar untuk dijadikan pemukiman dan lahan perkebunan sehingga wilayah TNK yang masih benar-benar asli mungkin jauh dibawah lahan yang seluas 198.629 ha pada akhir tahun 1990-an.

Taman Nasional Kutai oleh Pemerintah Kerajaan Kutai ditetapkan menjadi Suaka Margasatwa Kutai melalui SK (ZB) Nomor: 80/22-ZB/1936 dengan luas 306.000 ha.

Linknya disini

Hmmm…

Semoga kapan-kapan bisa berkunjung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s