Sahabat


Kau sahabatku…
dan akan tetap jadi sahabatku…
sesulit apapun aku dulu, kau ada
seegois apapun aku dulu, kau setia
sepolos dan seaneh apapun aku, kau tetap terima…

Sahabatku…
meski kini ada sedikit jarak,
jangan jadikan itu berbeda..
bukankah kita tetap sama?

Sahabatku…
Kebersamaan kita,
entah mengapa harus terputus ditengah perjalanan yang justru baru kita mulai…
Ya… aku sepenuhnya sadar, awal keretakan persahabatan ini adalah keegoisanku yang seharusnya mampu ku tekan untuk kelangasungan persahaban kita…

Meskipun begitu,
tak sedikitpun aku menginginkan hal itu terjadi, bagaimanapun kau tetap sahabatku.
Dan aku merindukan saat-saat bersamamu…



Sebuah puisi yg terlahir dari penyesalan…
Ya, tapi nasi sudah menjadi bubur, tapi semoga kedepannya jauh lebih baik lagi…
Miss u ***….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s