Pergi perlahan

Betapa kuingini bahagia itu
tentang pagi yang begitu bersemangat
lalu hari kian meninggi
menunjukan bahwa perjuangan masih kan panjang
hingga senja yang berwarna jingga itupun masih merona,
entah malu, entah memang begitu

tapi tetap saja, duka ini masih menggelayuti diri
tentang kenangan yang dirasa hadirkan bahagia hati
tapi ternyata tidak untuk yang dikasihi
juga tidak untuk setiap hal yang dirindui

serba salah..
ya, ku rasa itulah yang berkecamuk dalam diri saat ini
tentang apa yang ku usahakan ternyata sia2
karena cinta yang kupunyai tak sama
tak pernah seperti yang diingini
juga tidak pernah seperti yang tampak

ah…
sedih itu sesak…
himpitannya takkan mampu kau bendung,
hingga mengalirlah perlahan, lalu terisak

hmm…terdengar terlalu berlebihan bukan?
ya, aku rasapun begitu..
tapi sungguh bukan bualan, tapi kenyataan
hati yang dirasa selama ini tlah saling terpatri
ternyata tetap tak mampu saling mengisi
hingga perlahan ia pergi
tinggal diri yang menangisi hari
yang ternyata tak pernah miliki arti

 

bagian dari kisah pertemanan yang ternyata bukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s