Trip Kedua: Kemping Ceria KAS Sumedang

Kali ini mungkin sedikit trip nekad. Kenapa? Karena saya ikut trip yang dilakukan di Bulan Ramadhan. Hehe… Tapi karena pada puasa, tentu saja saya bukan mau mendaki gunung ataupun berenang di laut. Dari trip inilah saya kenal Kang Dwie (Penebar Racun Paling Dahsyat, yang selalu buat event ngetrip lebih dari 1 kali setiap bulannya).

Kenapa saya tertarik ikut trip ini? Karena Sumedang adalah kampung halamannya Mamah, jadi bukan kota yang asing meski belum dieksplor semua. Pada trip ini tidak ada yang sebelumnya saya kenal, agar merasa aman, saya mengajak adik saya turut serta. Berbekal partner yang sudah saya kenal sejak lahir (ya iyalah… masa ya iya dong.. ) saya pun bersiap menjelajah bumi Sumedang.

Meeting point di Terminal Pasar Rebo. Kami datang lebih awal pada saat itu. Mungkin karena sudah jadi budaya bangsa Indonesia, temen – temen yang lain pada dateng telat. Sampai akhirnya melihat yang bawa keril, saya sapalah. Eh ternyata benar (ternyata mudah menemukan temen – temen backpacker itu, terlihat dari keril dan matrasnya).

Setelah berkumpul semua, kami naik bus jurusan Sumedang dan tiba pukul 11. Mampir ke Gunung Kunci sebentar, selanjutnya kami menuju rumahnya sang tuan Rumah. Teh Dewi.

Selanjutnya kami ke pasar dengan angkot carteran untuk mengambil makanan pesanan, dan belajaan untuk masak sahur. Sekitar 1 jam perjalanan dari pasar ke KAS. Sampai KAS pukul 5, kamipun langsung mempersiapkan menu buka puasa. Buka puasa sambil saling berkenalan dengan temen  – temen yang dari Sumedang dan Bandung. Meraka datang dengan bersepedah motor. Meski baru pertama kali bertemu, semuanya baik dan asik – asik. Disinilah merasakan lagi makan dengan rebutan dengan dialasi kertas nasi (terkenang masa dipramuka). Menyenangkan berkenalan dengan mereka.

Solat Magrib, solah Isya, sekaligus solat Terawih berjamaah. Permainan kartu yang mira kenal pada trip ini adalah main UNO. Ternyata permainan ini lucu dan membuat kami sakit perut karena tertawa terus.

Meski temanya kemcer, tetapi karena di KAS ada villanya. Kami tidak jadi tidur ditenda. Padahal tenda – tenda sudah berdiri.

Dan dari jam 2 kami yang perempuan sudah bangun lebih awal karena harus masak untuk Sahur. Saya sih bantu – bantu saja, soalnya teh Nunu dan teh Nad yang lebih ahli. Jam 4 makan sahur dilanjutkan tidur lagi😀.  Setelah Solat subuh, kami berburu sunrise dan berfoto ria hingga hari berangsur terang.

Jam 10an kami kembali ke Sumedang, mengunjungi makan Cut Nyak Dien, ke Museum Museum Prabu Geusan Ulun dan kembali pulang ke Jakarta.

Dari sinilah, saya jadi banyak ikut ngetrip yang diadakan kang Dwie, termasuk join di trip Galaunya kang Eko. Penasaran? Tunggu cerita trip berikutnya…

12 pemikiran pada “Trip Kedua: Kemping Ceria KAS Sumedang

    1. Hmm.. agak lupa biayanya…

      Ini kalau nda salah ingat ya…
      Cengkareng – Pasar Rebo 3500 naik busway, Jakarta – Bandung 35-40rb PP, angkot ke gunung kunci 3br, masuk Gunung Kuncinya 5rb. Patungan makan dll 20-50rb/orang, ke musium lupa nih harganya, ke makam Cut Nyak Dien gratis…
      Hmm.. kira2 200rb/orang all in🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s