Renungan yang luar biasa…

Sahabat Dari Hati

Mendung mengembang dilangit malam, hujan seolah mengguyur  rahmat-Nya dimuka bumi, angin seperti tak ingin tertinggal, terus memainkan daun pintu yang kian lama kian kencang bergoyang mengikuti terpaan angin malam ini.  12 agustus, tepatnya malam ke 23 ramadhan.
Disini, di sudut kamar ini, aku masih terdiam bersama mushaf qur’anku, selesai kubaca surat al-fussilat, merenungi lembar demi lembar maknanya… tak terasa bening mataku mengalir kembali, kembali? Ya kembali karena tepat lima menit yang lalu aku berusaha menyapunya dengan jilbab putih yang masih kukenakan hingga saat ini.
Teringat kembali saat tigapuluh menit yang lalu. Masih dengan tingkah kekanak-kanakanku, duduk melingkar diantara ayah ibu dan adikku. Sembari menikmati kue pemberian tetangga, katanya te ha er. Tradisi masyarakat yang sulit untuk dijabarkan. sesekali berebutan dengan adikku yang memang tak bias diam melihat makanan.

Lihat pos aslinya 764 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s