Rihlah ke Mekarsari

Kamis tanggal merah lalu (24/01), saya beserta teman saya rihlah (perjalanan/wisata) ke Mekarsari. Dari rencana yang sudah sejak lama dan dari berbagai alternatif tempat yang menjadi pilihan, akhirnya Mekarsarilah tempat yang akhirnya kami datangi untuk mengisi hari liburan kami ini.

Rencana awal kami berangkat dari Jakarta jam 6,  berdelapan. Tetapi, karena ada suatu keperluan dari salah satu peserta Rihlah, akhirnya kami reschedule acaranya jadi jam 7:30 dan jadinya bertujuh karena yang 1 sakit. Dan lagi, karena biasa jam karet kami baru berangkat dari Blok M jam 9 kurang, menuju ke Komdak karena ternyata bis yang menuju Cilengsi sangat jarang. Tapi Alhamdulillah rezeki kami, setibanya di Komdak kami langsung mendapatkan bus yang ke Cilengsi. Ongkos yang harus dikeluarkan cukup murah, yaitu Rp. 10.000,-.

Setibanya di pemberhentian (Mira lupa nama tempatnya, yang jelas semua penumpang turun disini). Kemudian kami melanjutkannya dengan naik angkot dengan membayar Rp. 3.000,-.

Karena jalan cukup lancar, kami tiba di Mekarsari sekitar jam 10. Kami membayar tiket masuk seharga Rp. 15.000,-/orang, kemudian mulai menyusuri jalur pejalan kaki menuju halaman utama. Di tempat ini tersedia beberapa pos. Ada pusat informasi, tempat pembelian tiket, kantin – kantin, tempat yang menjual buah ataupun Souvenir.

Gerbang tiket

Karena sudah sempat mencari informasi sebelumnya, kami sudah memiliki rencana tentang paket yang akan kami ambil untuk mengisi acara kami pada saat itu. Pilihan itu jatuh pada paket tour yang terdiri dari 4 fasilitas atau apa namanya dengan harga Rp. 50.000,-. Paket ini terdiri dari berkuda, bersepeda/tuk tuk, melukis caping, dan buah ½ kg (terakhir kami peroleh pada saat pulang yaitu buah salak à tidak bisa pilih buahnya).

tiket

Sebagian dari kami belum sarapan, jadi kami sarapan terlebih dulu sebelum berkeliling. Saat itu cuaca sedikit mendung di pagi hari dan sempat hujan beberapa lama.

Selesai sarapan, kami memutuskan untuk berkuda terlebih dulu, tetapi sayang hujan mengguyur Bogor dengan cepat sehingga kami langsung beralih ke melukis caping yang tempatnya tidak berjauhan dengan tempat berkuda, selain itu karena bisa sekalian berteduh juga.

Saya sangat menikmati lukis melukis ini. Meski tidak pandai dan awalnya tidak tahu akan melukis apa. Tapi kemudian saya akhirnya memutuskan untuk melukis dengan tema Kebun, jadi saya menggambar bunga, kupu – kupu, rumput, capung dan pelangi. Hehe… Agak maksa sih, tapi yang penting kan saya senang😀. Menyalurkan bakat lama yang sempat terpendam. Xixixi…

Before

Capingku

Pameran Caping

Alhamdulillah sekali, selesai melukis caping kami bisa lanjut berkuda karena hujan reda. Wow.. amazing  rasanya berkuda itu, pengeeeeeeeeennnnnnnnnn laaaaaaaaagggggggggggiiiiiiiiii… Jujur nagih banget.  Mungkin karena Cuma 1 putaran kali ya? Hehe… Pemikiran awal yang sempat terbayang untuk berkuda ini adalah saya naik kuda di sebuah lapangan yang cukup luas dengan berpagar kayu disekelilingnya, kemudian di lepas tanpa dipegangin. Eh, ternyata engga (Kayaknya saya kebanyakan nonton film). Wajarlah, Cuma bayar Rp. 10.000,- pengen lebih. Dan memang tidak mungkin dilepas karena ternyata punggung kuda itu tinggi dan kita harus bisa menyesuaikan irama langkah kakinya kalau tidak mau jatuh dan merasa nyaman menungganginya.

kuda ponny

Horee berkuda

Puas tidak puas kami akhirnya melanjutkan ke permainan berikutnya. Karena sudah tahu rasanya bersepeda, saya memilih untuk bertuk tuk ria. Bentuknya lucu. Sama-sama membutuhkan tenaga goesan untuk bisa jalan dan punya 2 tempat duduk yang bersebelahan. Awal sih senang, bisa tertawa – tawa dan sempat mau saling salip, tapi lama kelamaan capeeeeeekkk juga ternyata karena lebih berat dan tidak bisa ngebut. Saran saya sih lebih baik pilih bersepeda. Dan untuk rute bersepeda/bertuk tuk ini terbatas. Hanya untuk kawasan family garden. Treknya kurang lebih 1 km. Tidak terlalu jauh bahkan lama – lama bosan karena kelilingi itu – itu terus. Tapi tenang, ada banyak pohon dan Kebun buah yang bisa kita nikmati. Selain itu ada danau yang bersih dan menggiurkan untuk direnangi yang cukup luas yang bisa memanjakan kita dengan keindahannya. Kami asyik bersepeda dan bertuk tuk sampai akhirnya hujan lebat yang membuat kami berkumpul di Mushola sekalian solat Dzuhur sambil menikmati cemilan yang kami bawa dari Jakarta.

Bertuk tuk

Danau

Hujan siang itu cukup deras dan lama. Sekitar jam 3 baru reda. Kami memutuskan untuk solat Ashar terlebih dulu sebelum melanjutkan ke wahana air yang kami ingin ikuti.

Untuk ke tempat wahana air itu, kami harus naik kereta. Tetapi kami tertahan untuk berfoto didepan air mancur dan makan siang yang kesorean itu. Ya.. akhirnya tidak ada cukup waktu untuk melanjutkan ke Wahana Air karena Mekarsari tutup jam 5. Jadi, setelah kami makan itu, kami kembali ke Jakarta.

Plaza Air Mancur

Green garden

Sedikit catatan, sebaiknya jangan beli tiket yang paket, karena saya pribadi sih merasa rugi atas buah salak itu. Hehe.. Jadi kalau memang tidak tertarik dengan buahnya (yang menurut saya mahal) sebaiknya beli tiket yang perpermainan saja. Karena selain bisa memilih permainan yang kita inginkan, kita juga bisa mendapatkan harga yang lebih murah Rp. 10.000,-/permainan (kalau tidak salah ya… ).

29 pemikiran pada “Rihlah ke Mekarsari

  1. mauuu..naik kudaaa.. pengen banget dari dulu. tapi kan kebanyakan yang naik itu anak-anak kecil, jadi malu kalau udah gede naik.😳😀

    1. Ah, cuek aja tie.. Malu sama siapa? kan ga kenal juga… *biasaovercuekkalausoalbeginian…

      Kemarin tu dari bertujuh semua naik ko say. Dan seingetku ga ada yang pake malu2. Yang ada mau lagi. Xixixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s