[BeraniCerita #1] BETINA

Teriakan atau yang menyerupai jeritan itu mengganggunya. Sungguh itu membuat perasaannya kacau balau. Sudah 2 hari berturut-turut teriakan itu tak kunjung henti. Dan membuat hatinya terluka.

Sebut saja namanya Dona.  Ia baru pindah ke lingkungan itu 2 bulan yang lalu. Ia menyukai rumah barunya karena lebih bersih dan nyaman. Tetangganya pun baik – baik. Ia merasa langsung diterima dilingkungan itu. Hampir semua orang yang pernah bertemu dengannya menyukainya. Selain itu, ada yang menarik perhatiannya sejak pertama kali bertemu. Dodo, nama itulah yang kemudian ia dengar dari orang – orang yang memanggilnya.

Dona tertarik pada Dodo karena Dodo memiliki tubuh yang gagah, senyum yang manis, dan kepribadiannya yang ramah pada semua. Ia juga sangat disukai oleh orang – orang yang ada disekitarnya.

Dona jadi terkenang kisah perkenalan pertamanya dengan Dodo.

“Hai”, sapa Dodo. Saat itu ia sedang berada didepan rumahnya. 1 minggu sejak kepindahannya ketempat itu.

“Ya.. “, balas Dona sambil tersenyum.

“Dodo”, Dodo mengenalkan diri.

“Dona”, Dona hanya bisa menjawab singkat. Jujur, senyum Dodo membuatnya kikuk.

“Gimana rasanya pindah kesini, betah?”, Tanya Dodo lagi.

Dona hanya bisa mengangguk. Dan berlanjutlah obrolan mereka.

Dan tidak perlu menunggu waktu lama untuk membuat mereka semakin dekat, terlebih lagi karena Dodo memang pandai merayu. Hingga tidak dapat dihindari, Dona pun akhirnya bertekuk lutut. Menyerahkan semua yang dimilikinya demi kebersamaan mereka. Itulah saat – saat yang membahagiakan bagi Dona, meski kebahagiaannya itu ia sembunyikan melalui teriakan – teriakan yang sama seperti yang ia dengar saat ini.

Ah, mengenang masa itu membuatnya nyeri. Ia mencintai Dodo. Sangat. Meski jika diceritakan, ada beberapa nama yang sempat merajut kasih dengannya. Ya… Dona tak lagi muda. Tapi tidak juga terlalu tua untuk memulai kembali perasaan cintanya.

Andai Dodo tahu. Sayangnya, meskipun tahu, ia tak dapat berbuat apa –  apa. Terlebih karena tak ada yang bisa ia lakukan melihat tubuhnya bukan lagi tubuhnya. Tak ada Dona yang cantik dan bertubuh Indah. Tubuhnya saat ini membengkak, badannya semakin hari semakin gemuk. Ia hanya bisa terus mengutuki dirinya, mengutuki tubuhnya. Sedangkan Dodo, yang dicintainya itu tak mampu ia pertahankan, tak mampu ia miliki seutuhnya.

Satuhal yang bisa ia lakukan, bersabar menanti kelahiran buah cintanya. Mengembalikan keindahan penampilannya. Dan kembali merebut sang tercinta dari tetangganya itu.

Ya, karena itulah hukum alam seekor kucing. Cinta biarlah cinta.

18 pemikiran pada “[BeraniCerita #1] BETINA

  1. cie ciee..
    Niat banget nih kayaknya pengen mengembalikan passion fiksinya.. ^-^

    aku udah tau beranicerita ini dari lama, tapi kok ya ngga kepengen yaa..😕

    Lanjutkan Rha!! Kamu bisa!!!😀

    1. Hehe… ini juga udah tau, tapi baru sempet. Hari terakhir.
      Ga tau keterima atau engga.
      Belum lagi ceritanya yang agak gimana gitu…

      Sebenernya sih bukan mengembalikan semangat buat fiksinya. Paling engga semangat buat nulisnnya dulu deh. Sadar ga say kalau diriku 1 minggu ini baru posting ini? Untuk kategori rada mending. Hehe…

      1. dirimu terlalu sibuk berkelana sih, jadinya ngga sempet ketik-ketik dech😀

        aku aja ngetik-ngetiknya pake HP di bis. Kalau kamu kan naik motor, jadi ngga bisa nyambi deh.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s