Mah, Bukan Ku Tak Rindu

Kembali menemui senja
Yang membiarkan ku duduk termangu.
Antara ragu, kesal, dan mungkin rindu..

Mah..
Aku tau bahwa kau rindu kabarku, jua aku tentangmu
Tapi ada kebisuan yang sedang kubangun agar engkau tak kecewa,
Kecewa pada anandamu
atau pada waktu yang belum mampu beri mimpimu..

Mah..
Ku tau mempercayakan sesuatu padaku tentu bukan hal mudah,
Terlebih karena ku masih manja,
Asal – asalan dan semaunya
Tapi, bukankan dengan ini aku akan belajar? Dan semakin mengerti arti petuahmu selama ini?

Mah..
Ridhomu tiada duanya..
Yang mengabulkan setiap do’a, yang mewujudkan setiap asa.
Andai kutak pulang segera setelah ini, yakinlah bukan ku tak rindu.
Tapi karena ku tak hendak segera mengadu..
Izinkan ku dewasa dengan caraku..

Jakarta, 28 Februari 2013
Nyoba-nyoba post via BB

15 pemikiran pada “Mah, Bukan Ku Tak Rindu

  1. masyaalloh.
    Motret bisa,
    bikin cerpen bisa,
    puisi bisa,
    mantaph kali kau ini rha…πŸ˜€

    didoakan saja.
    Mamanya juga tentu tak pernah lupa mendoakan.πŸ™‚

    1. Halah, lebay :p

      Masih belum bagus Utie masih baru bisa doang…
      Dirimu tuh yang cerpen2nya sudah keren, terbukti dari beberapa kali juara. Diriku mah masih sekedar koleksi pribadi…πŸ˜€

      Tapi makasih.
      Iya, mudah2an mamah selalu berdo’a untuk mira.
      Lagi melow nihπŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s