Jelajah Wonosari (Part 2)

Jelajah Wonosari yang sesi pertama ada disini ya…

***

Kami bergegas turun dari Gunung Api Purba Ngelanggeran agar bisa menyaksikan cahaya dari Surga yang ada di Goa Jomblang. Itulah rencana awalnya…

Kami tiba dipelataran parkir sekitar jam 8an. Dilanjutkan perjalanan menuju kampung apa gitu namanya, lupa. Kami tiba disana jam 10an. Awalnya dari data semula, hanya akan ada 10 orang yang akan ikut caving di Jomblang ini. Tapi saya coba bujuk sang TL alias kang Dwie untuk coba melobi operatornya agar bisa menambahkan saya. Alhamdulillah diizinkan. Untuk caving ini, alhamdulillah juga kami hanya kena biaya 70rb perorang. Padahal ada yang kena biaya 350rb/orang. Keren deh TLnya bisa dapet yang mumer.

Kami singgah dirumah warga yang bertugas sebagai operator. Disitu kami sarapan pagi terlebih dulu. Selain itu, kami ganti pakaian dan mempersiapkan perbekalan yang diperlukan. Selanjutnya, kami diantar sampai lokasi goa oleh efl carteran kami dari Jakarta. Sesampainya dilokasi caving. Kami terbagi 2 grup. Ini sesuai rencana awal. Yaitu 1 kelompok yang akan caving, ini terdiri dari 11 orang  (4 wanita, 7 pria), dan kelompok kedua akan susur pantai wonosari menggunakan elf carteran kami itu. Kelompok kedua ini terdiri dari 5 orang (3 wanita, 2 pria). Dan kamipun berpisah.

Elf 1
Suasana didalam elf
Narsis
Narsis dulu, sebelum caving😀

Sebelum mulai, kami diberi pengarahan bagaimana proses yang benar, memasang perlengkapan keamananan dan berdo’a. Lalu, mulailah dari kami satu-persatu turun. Kelihatannya mudah, tapi setelah dijalanin ternyata cukup sulit dan mendebarkan. Terutama untuk yang ketinggiannya sekitar 200m. Itu bikin jantung deg deg ser… Alhamdulillah semua baik – baik saja.

Jomblang 1
Berfoto sebelum mulai caving

Jomblang 2

Jomblang 3
Mulai turun

???????????????????????????????

Jomblang 6
Perbandingan dengan yang harga 350rb/orang. Perorang yang naik turun itu dikerek oleh sekitar 10 orang.

Karena tidak memungkinkan untuk menunggu semuanya turun baru melanjutkan perjalanan, akhirnya beberapa dari kami memisahkan diri untuk lanjut masuk kedalam goanya. Pada saat ini kami didampingi oleh mba yang bertugas sebagai guidenya (lupa namanya :D). Jarak masuk ke dalam goa cukup panjang dan gelap permanen, kira – kira 300 meter ke dalam goa. Tanpa lampu, kami benar-benar tidak bisa melihat sekitar. Selain itu, jalan tanah becek yang licin agak menyulitkan kami.

Tidak berapa lama jalan, kamipun tiba di tempat dimana cahaya Surga itu ada. Sayangnya, kami agak terlambat datang. Saat itu kalau tidak salah jam 1an. Jadi sudah tidak membentuk vertikal cahayanya, tapi sudah miring sekitar 80 derajat. Tapi tetap puas karena memang indah sekali disana. Dan tidak hanya rombongan kami, cukup ramai didalam goa yang cukup temaram itu. Sambil menunggu yang lain, kami sibuk berfoto, bermain air yang jatuh dari atas goa, dan menikmati makanan yang kami bawa dari atas. Sampai tidak terasa kalau hari semakin sore.

Cahaya Dari Surga – Goa Jomblang
???????????????????????????????
Suasana didalam goa

Karena hari sudah semakin sore itu, kami pun menyegerakan untuk kembali. Untuk Naik ini, kami tidak menggunakan tenaga kami, melainkan dikerek sama para operatornya. Alasannya karena sudah terlalu sore dan jumlah kami cukup banyak. Dengan dikerek 1-1 itu serius ngerinya. Apalagi pas lihat kebawah. Serem…… takut putus talinya. Apalagi berat badan saya lumayan😀. Hehe…

Setelah sampai diatas, kami harus berjalan kaki untuk kembali ke perkampungan, lebih tepatnya rumah warga yang menjadi operator kami itu. Cukup jauh. Mungkin kalau jalan kurang lebih 1 jam. Tapi karena kami berhasil mencegat mobil pick up, kami bisa lebih cepat sampai dan segera mandi.

???????????????????????????????

???????????????????????????????
Numpang!!! sesuai slogan mobilnya: “Buat Apa Susah?” Hehe…

Selesai solat, makan. Kamipun kembali melanjutkan perjalanan kami untuk menemui rombongan kedua yang sudah ada dipantai Siung untuk berkemah. Ya.. disanalah malam kedua kami. Hari yang lelah. Jadi tidak terlalu banyak cerita dimalam harinya untuk saya, karena segera bergelut dengan mimpi. Yang lain sih masih ada yang asik bermain Uno dan tebak – tebakan…

???????????????????????????????
Yang masih pada asik – Pantai Siung

Esok harinya masih banyak perjalanan. Part berikutnya disini ya…

38 pemikiran pada “Jelajah Wonosari (Part 2)

    1. Hehe… dulu belum mood nulis cerita travellingan mas. Baru tahun ini…😀
      Kemaren – kemaren masih hobi koleksi foto sama jalan-jalannya.
      Sekarang sepertinya jalan – jalannya sudah harus semakin dikurangi karena berbagai hal…

      1. ya namanya tuan rumah kan, kdg senengnya malah kelain tempat..😀 tp blm pernah trave; kemana2.. klo tugas kantor baru keliling jawa

      2. Hehe.. Sama sih. Ya itu, rumput tetangga itu selalu lebih indah😀

        Saya aja baru tahu tentang Sawarna itu 2 tahun belakangan ini. Padahal sudah beberapa kali disana dulu waktu masih SMA.
        Masih banyak PR tempat wisata di Banten yang belum saya kunjungi. Hehe

    1. Kuliah? Kuliah kehidupan aka jalan-jalan pak?
      Hehe.. ini bukan jaman kuliah saya perginya Pak.
      Jaman kuliah dulu malah ga pernah kemana2. Nasib anak kost yang uang bulanannya pas-pasan.
      Baru bisa pergi2 setelah kerja🙂

      1. Owh…
        Kalau dikampus mira namanya Cakrawala. Ntah kenapa dulu ga tertarik untuk gabung. Mungkin karena kenasnnya “Angker bin Serem bi Galak2”. Hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s