Bukan Sekedar Sahabat

Sebenarnya saya sudah sedikit mengenalnya secara tidak langsung sebelum akhirnya kami benar –  benar bertemu di Multiply. Beliau adalah teman dari kakak tingkat saya di kampus. Rekomendasi dari beliau itulah akhirnya kami mulai bersahabat. April 2010 lalu. Berawal dari iseng – iseng buat blog untuk curhat pribadi akhirnya bisa bertahan sampai hari ini, meski harus pindah rumah bahkan blog kami pun berbeda.

Saya biasa memanggilnya mba Lulu. Usia kami hanya selisih 1 tahun. Tapi saya merasa mba lulu jauh lebih dewasa dan lebih ke –mba-an ketimbang usianya. Itulah yang membuat saya nyaman.

Berawal dari comment – comment yang saling kami lemparkan, semakin lama kami semakin akrab. Bertukar foto adalah bagian terlucu. Saya agak merasa aneh sih, tapi tetap saya lakukan. Hal ini kami lakukan karena memang sedikit sekali atau malah cendrung tidak ada foto kami di blog. Tujuannya? Ya agar semakin tau wujud masing –  masing. hehe… Lalu bertukar no HP dan tidak terelakkan lagi saling mencurhati satu sama lain😀. Ah, mba lulu bukan sekedar sahabat untuk Mira. Ke beliaulah saya meminta saran, meminta semangat, bahkan minta do’a.

tukeran foto

Edisi tukeran foto

chat

Histo chat

Edisi curhat atau sekedar saling sapa via YM selebihnya SMS, BBM, FB, dan telepon  :D

Jakarta – Medan bukan jarak yang jauh dengan media yang kami miliki tapi bukan jarak yang dekat pula untuk mengatur sebuah pertemuan. Tapi takdir Allah itu tidak dapat diprediksi. Mba Lulu akhirnya menginjakan kakinya di Jakarta, karena memang kakaknya tinggal di Tangerang. November 2011. Lupa tanggal persisnya, akhirnya kami bersua.

Saya berjanji untuk mengunjungi mba Lulu dikediaman kakaknya di Serua, Ciputat. Awalnya sedikit canggung, meski tawa dan tangis seringkali kami bagi sebelum itu, tapi beda rasanya antara bertemu langsung dengan teleponan, SMS ataupun chatting via YM. Ah, yang maya itu terasa begitu nyata. Bercerita ngalor ngidul pun tidak terhindarkan lagi. Waktu saat itu terasa singkat. Dan tiba akhirnya perpisahan dihari itu, menggulirkan beberapa tetes air mata haru, air mata rindu. Ingatkan itu mba? Mira masih ingat..

Cukup lama mba Lulu di Jakarta, sampai akhirnya waktu itu 24 Desember 2011, pada liburan Natal saya ajak mba Lulu, juga Mey (adik angkatnya mba Lulu di MP juga yang akhirnya jadi sahabat Mira juga :D) untuk liburan ke rumah Mira di Banten. Banyak waktu yang kami habiskan dari mulai saling bercerita yang tak terceritakan, jalan – jalan, foto – foto, makan – makan. Semuanya kami lakukan bersama. Rasanya seperti mimpi, kami bisa tidur dalam 1 kamar yang sama. Berlama – lama terjaga. Sungguh 3 hari yang luar biasa..  Juga pertemuan – pertemuan singkat lainnya selama mba Lulu masih di Tangerang sampai akhirnya harus kembali ke Medan.

Edisi liburan di Bayah

Sekali lagi, Allah mengizinkan saya bertemu mba kesayangan saya ini. Pertemuan itu adalah pada saat saya dapat tugas dari kantor ke Aceh. Januari 2013. Dengan modal transit di Medan yang sengaja saya kasih jarak 7 jam sebelum lanjut kembali ke Jakarta, ganti giliran saya yang berhasil menginjakkan kaki dirumahnya mba Lulu. Lagi – lagi seperti mimpi rasanya..

Beruntung hari itu hari minggu, mba Lulu jadi bisa menemani saya jalan – jalan. Kami ke Mesjid Agung, ke Istana Maemun, ke USU, juga mampir beli es Teler Durian dan oleh – oleh khas Medan untuk dibawa pulang ke Jakarta. Singkat sih, tapi berkesan. Namanya juga gratisan. Hehehe…

Edisi liburan di Medan

Yah, pertemuan tidak bisa menggambarkan apa – apa, karena tanpa bertemupun hati kami telah saling bertaut satu sama lain sebelumnya. Apapun itu pemicunya yang akhirnya menjadikan kami saling mengenal, Mira bersyukur sudah kenal sama mba Lulu.   Sahabat yang luar biasa, saudara yang tiada 2nya. Terima kasih ya Allah, untuk hal ini. Miss you mba Lulu. Semoga suatu hari nanti, kita masih bisa bertemu lagi…

Jakarta, 03 Juli 2013

Cerita ini diikutsertakan dalam Giveaway Ikakoentjoro’s Blog dan Lieshadie’s Blog -Indahnya Persahabatan Blogger-

sahabat2

30 pemikiran pada “Bukan Sekedar Sahabat

      1. jujur saja mungkin agak susah bg seorang pria mencari sahabt bloger sesama pria. secara psikologis ada persaingan intelektual dan sebagainya… beda dgn sesama wanita.
        yuk mari🙂

      2. Owh begitu ya…
        Saya kira persaingan justru bisa semakin mengakrabkan bukan? Maksudnya kalau punya hobi yang sama bisa saling memotivasi dan mengoreksi.

        Seperti mira dan mba lulu. Kami sama – sama suka puisi, dan diawal saya membuat blog isinya puisi, dan kami menjadi semakin dekat karena itu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s