Pendakian Semeru (6-10 Juni 2013) part 1

Bulan Juni lalu adalah bulan yang lumayan menguras kantong. Karena bulan itu saya terlalu sering jalan-jalan. Hehe…

Juni, ah tidak terasa sudah setengah tahun berlalu di tahun 2013. Benar – benar cepat bulan demi bulan berlalu..

Tapi tentu saja ada yang spesial di bulan ini, saya nanjak 2 gunung dalam 2 minggu berturut-turut. Pengalaman baru nih😀

Jadi minggu pertama di bulan Juni ini ke Gunung Prau – Wonosobo (1-2 Juni 2013) dan minggu keduanya ke Semeru (6-10 Juni 2013).

Nah, karena yang paling fresh itu yang Semeru, saya ceritakan yang itu dulu.

Berbekal tiket pesawat yang sudah dibeli 2 bulan sebelumnya (tiket promo), akhirnya berangkatlah kami, 5 orang dari Jakarta menuju Surabaya. Sesuai meeting sebelum keberangkatan, setibanya di Surabaya kami akan di jemput angkot carteran yang juga akan menjemput rekan lainnya di stasiun (2 orang dari Jakarta, 2 orang dari Bandung, dan 1 orang dari Cirebon). Yup, kami bersepuluh orang, dengan 6 laki-laki dan 4 orang perempuan. Jadwal pesawatnya tanggal 6 jam setengah 6 pagi terbang, tiba jam 7an dan langsung meluncur ke stasiun. Setelah berkumpul, kami mampir ke tempat guide kami untuk belanja logistik sekaligus packing ulang perbekalan. Menjamak solat Dzuhur dan Ashar, makan siang dan bersiap ke Ranu Pani. Jam 2 saat itu kami mulai start ke Tumpang. Hujan menemani perjalanan kami. Keril –  keril yang disimpan diatas mobil angkot pun basah tak terelakkan lagi, beruntung bagi yang melapisinya dengan kantong plastik di dalamnya.

Tiba di Tumpang, kami berganti Jeep. Karena jas hujan saya di dalam tas dan sulit mengeluarkannya, saya duduk didepan. Jalannya termasuk sempit dan banyak lubang dimana –  mana. Meski begitu, perjalanannya membuat saya mengantuk dan tertidur. Meski kiri kanan disuguhi pemandangan luar biasa, karena kantuk itu, saya kurang menikmatinya, belum lagi kondisi hujan sehingga keadaannya menjadi lebih gelap. 2 jam berlalu tiba juga di Ranu Pani.

Istirahat sekaligus menunggu perizinan pendakian itu berlangsung sekitar setengah jam. Jam setengah 6 kami mulai trekking, masih dalam kondisi hujan. Oya, kami di temani 1 porter. Jadi totalnya kami ber 11 orang.

Karena minggu ini ada hari kejepitnya, ramailah kondisi pendakian. Di beberapa titik yang sulit karena licin dan becek akibat hujan, terjadi antrian. Karenanya 1 orang yang bawa tenda + porter jalan duluan untuk cari lapak untuk dirikan tenda, supaya setibanya disana bisa langsung istitahat. Karena beberapa antrian dan perjalanan yang santai, kami tiba di Ranu Kumbolo jam 11 malam, menempuh waktu 5,5 jam. Lelah dan dingin, juga kondisi cacing diperut yang menjerit – jerit selama perjalanan.😀

Alhamdulillah hujan berhenti dan langit malam berganti menjadi cerah. Begitu banyak bintang dengan galaksi Bimasaktinya. Membuat enggan untuk segera tidur. Malam itu, saya belajar foto bintang dan baru tidur jam 2 malam, dengan kondisi tidak nyenyak karena menggigil kedinginan.

Belajar foto bintang 1

Belajar foto bintang 2

Milky Way

Pagi, biarlah berlalu. Karena memang enggan beranjak. Baru keluar tenda jam 7an. Bantu – bantu masak dan ambil air. Dan tidak lupa mengabadikan Ranu Kumbolo yang indah. Sayang sunrise tidak bersahabat dengan kami waktu itu, kabut menghalangi ia untuk memperlihatkan kecantikannya.

Masak – masak, makan – makan, dilanjutkan dengan packing – packing untuk melanjutkan perjalanan ke Kalimati.

Masak - Masak
Masak – Masak
Foto sebelum trekking ke Kalimati
Foto sebelum trekking ke Kalimati

Kami beranjak dari Rakum jam 11 dan tiba di Kalimati sekitar jam 3an. Itu sudah termasuk narsis dan istirahat dibeberapa titik. Belum lagi karena kondisi cuaca tidak sepenuhnya cerah, karena setelah melewati Oro – oro Ombo kami harus berjuang diterjang gerimis dan hujan. Tapi meski harus terpisah – pisah menjadi kelompok –  kelompok kecil, kami yang wanita tidak khawatir, karena akan ada selalu laki – lakinya yang mengiringi kami🙂

Ini dia Tanjakan Cinta yang terkenal itu ^_^

Indah dan luasnya padang Oro – oro Ombo ini..

Lelah? Pastinya… tapi masih panjang perjalanan. Karena yang paling dikhawatirkan adalah trek puncak yang terkenal dengan trek pasirnya yang melelahkan. Jadi untuk mempersiapkan tenaga dan prepair summit yang tidak terlalu siang, kami istirahat lebih awal. Jam 8 kami sudah harus tidur, karena jam 11 malam kami harus bersiap untuk muncak. Baiklah, karena harus istirahat, jadi cerita summitnya dipending di part 2 disini ya…

37 pemikiran pada “Pendakian Semeru (6-10 Juni 2013) part 1

    1. Iya, cuma malam pertama itu dapet cerah, selebihnya mendung dan hujan. Jadi nda ada hunting2 foto bintang lagi. sunrise aja di Ranu Kumbolonya 2 pagi yang berbeda tetep ga muncul…

    1. Hmm.. kemarin naik pesawat pergi bayar pulang gratis itu PP sekitar 500rb + airport tax, terus selama perjalanan kalau ngecamp paling banyak juga habisnya 300-500rb (superhemat). Silahkan menabung😀

    1. Pas dulu saya kesana, malah sampah plastik yg dibawa turun harus sama dengan jumlah makanan plastik (spt Indomie) yg kita bawa naik ke atas. Di cek sama petugasnya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s