Pendakian Semeru (6-10 Juni 2013) part 2

Part 1nya ada disini ya..🙂

Perjalanan menuju kalimati setengahnya ditemani hujan. Meski tak terlalu lebat tapi cukup membuat jalanan basah dan licin. Harus berhati – hati jika tidak ingin tergelincir. Sebelum hujan ada moment lucu + seru yang terjadi dengan saya dan kedua rekan jalan saya. Jadi ceritanya di Oro-oro Ombo saya menemukan bunga putih cantik yang rentan apabila kena angin. Nah, pada saat itu saya disuruh meniup bunga itu. Horee… kang Jaka berhasil mengabadikannya dengan baik, sayang posisinya kurang pas dan masih penasaran untuk melakukannya lagi. Nah, sepanjang perjalanan itu kami menemukan lagi bunga kecil itu, maka dimulailah acara tiup meniup bunga, dan potret memotret, sayang tidak ada yang berhasil. Hehe.. Tapi kami berhasil senang akan hal itu. Kalau diingat-ingat lagi lucu sekali mencoba berulang-ulang meniup bunga putih unik itu, karena ternyata ada yang dalam 1 tiupan sudah beterbangan semua dan ada juga yang baru tiupan ketiga baru rontok semua. Sepertinya dipengaruhi usia bunga itu sendiri, semakin tua semakin ringkih #halah😀

fotonya kang Jaka

Menerbangkan bunga 2                  Menerbangkan bunga

Gagal terbang

Jam 3 sore saya beserta 2 orang pendamping (body guard) saya akhirnya tiba di Kalimati. Kami adalah kelompok kecil kedua setelah tim cepat (tim pembawa tenda dan guide) yang tiba 1 jam sebelumnya. Istirahat setengah jam untuk tidur – tiduran, sekedar mengusir lelah dan dingin setelah setengah perjalanan yang basah itu. Lalu tiba mba Ade, selaku juru masak kami. Tak sampai 10 menit dari kedatangannya langsung mengeluarkan perlengkapan masak dari tenda. Bersiap masak besar untuk sore itu dan masak bekal untuk summit. Dan ternyata proses masak – masak itu cukup lama kawan, karena memang keterbatasan jumlah kompor, juga kan masaknya dikompor kecil. Baru setelah magrib selesai masak dilanjut makan besar sama – sama. Lalu lanjut masak burger untuk summit.

IMG_2626View puncak dari Kalimati

IMG_2630

IMG_2623

Masak –  masak

Malam itu kami tidur lebih awal dan mengagendakan untuk bangun jam 10 untuk mulai summit, ini biar dapet sunrise di puncak. Ada 1 yang galau sih karena kondisi baru operasi. Tapi kan sayang sudah sejauh ini kalau tidak sampai puncak. Akhirnya kami memutuskan tidur dan berdo’a semoga kami semua bisa berhasil sampai puncak dengan baik.

Jam 10 pun tiba. Alarm bersahutan membangunkan kami. Kami malas – malasan untuk beranjak karena cuaca diluar dingin, tapi bayangan ada di Mahameru menyemangati kami. Mulai bersiap dan membagikan perbekalan. Jangan lupa dopping: madu, cokelat, permen, dan pasti air minum. Dan pada saat itu, tambahan bawaan saya adalah kamera DSLR yang cukup berat😀. Mba Er, yang awalnya ragu akhirnya jadi ikut juga. Jadi full team siap trekking summit. Jam 10:30 kami berdo’a agar diberikan kelancaran sampai puncak.

Perjalanan awal masih lancar karena masih landai. Kemudian dilanjutkan dengan tanjakan. Kami masih berjuang sama – sama waktu itu.. Tapi antrian mulai terjadi dan terpaksa kami terpisah. Tanpa komando saya ternyata kembali jalan bersama kang Jaka dan kang Donny yang dari Bandung. Oke, saya harus cepat kalau bersama mereka, karena mereka jalannya cepat. Agak ga tega juga sih kalau sudah melihat mereka menunggu. Hehe… soalnya saya sedikit – sedikit istirahat. Capek najak terus. Ga ada bonus dan makin lama, makin ramai euy. Alon – alon asal kelakon ga nyangka sampai juga di  pos Arcopodo. Serius itu pos rame banget. Jadi kami tak lama disitu. Lupa persisnya jam berapa itu, kalau ga salah sekitar jam 2an. Dan kang Jaka selalu bilang, bentar lagi, sudah deket. Euh.. PHP banget. Makanya jangan percaya sama pendaki. Pemberi harapan palsu. #fiuh..

Oke, sekitar 10 menit jalan dari Arcopodo mulai terlihat treking puncak. Beuuuhhhhh rame sangat. Banyak lampu sepanjang jalur puncak itu sampai kita seakan bisa melihat ujungnya meski hanya titik kecil. Udah berasa nyap –  nyap aja. Sanggup ga nih saya trekking pasir sejauh itu. Ah… udah ngeri duluan. Tapi bismillah, pelan – pelan. Waktu itu saya berfikirnya, sampai puncak atau ga sampai yang penting pelan – pelan aja. Istirahat kalau memang capek. Dan godaan istirahat itu tinggi sekali, karena kiri kanan selalu ada yang istirahat. Kadang baru 3-5 langkah sudah ingin duduk. Bahkan ada yang mau bantu tarik pakai tali, tapi berasa jadi lebih capek, jadi saya lebih memilih jalan sendiri perlahan ketimbang ditarik…

Baiklah, perjalanan dilanjutkan. Kang Jaka dan kang Donny masih terus setia menemani saya. Dan tak henti – hentinya berkata, ayo sebentar lagi. Padahal udah jelas banget kelihatan MASIH JAUH T_T. Mungkin agak sedikit kurang sabaran, karena saya memang lelet, kang Jaka menawarkan untuk ditarik dengan bantuan trekking pollnya. Tapi sulit dan lebih berat, karena saya harus berlari. Jadi cukup sekali, selebihnya saya pilih berjalan atau merangkak ala spiderman lagi manjat gedung. Haha…

Daaannnnnn.. tara… disetengah perjalanan saya seakan berhenti berharap. Selain itu, saya ga tega juga sama kedua pendamping saya yang jadinya ikut – ikutan istirahat kalau saya istirahat. Dengan berat hati saya minta mereka duluan aja. Saya bilang, saya mau santai aja. Duluan aja biar dapet sunrise. Yup, saya bilang begitu karena waktu itu sudah jam 4an. Saya ga tega juga kalau mereka gagal sunrise dari puncak gegara saya.. Padahal saya memang sudah merasa ingin menyerah. Jalur itu sungguh melelahkan. Naik berat, turun lagi nanggung banget…

Jadi sepeninggal mereka, saya beristirahat, mencoba tidur meski dingin sekali saat itu. Lama kelamaan semakin dingin dan saya jadi parno sendiri. Gimana kalau saya tiba-tiba meninggal disitu karena kedinginan dan saya sendiri? Bakalan ketemu ga saya diatara orang sebanyak ini? Ih, serem. Saya bergedeg sendiri. Lalu saya berdo’a dan berazzam untuk melanjutkan perjalanan meski pelan – pelan dari pada menggigil disitu. Saat itu sudah mulai terang dan saya sudah lebih bersemangat. Oya, saat itu saya dibantu trekking poll punya mba yang tasnya sempat tertukar dengan mba Ade, ditengah jalan malah patah jadi 2. Tapi itu justru lebih membantu. Saran untuk yang mau trekking pasir seperti Semeru, saya sarankan pakai 2 trekking poll, menjadikannya lebih mudah. Batu – batu yang ada di film 5 Cm gimana? Ah, itu mah lebay. Yang ada batu – batu kecil, tapi memang bahaya kalau kena muka orang yang lagi istirahat sambil tiduran.

Sang surya dengan perlahan mulai menampakan sinarnya. Jam 5 lewat.  Setiap detik berlalu semakin terang. Oh, puncak mulai kelihatan. Mulai girang. Tapi kalau terus berjalan mungkin tak kan terburu mendapatkan sunrise. Jadi akhirnya saya berhenti. Sekalian solat subuh waktu itu dengan bertayyamum. Saya berlama – lama disitu sambil mengabadikan matahari yang baru terbit itu. Masya Allah indah.

IMG_6467

Tak lama ada yang menyapa saya, minta tolong saya untuk memfotonya. Wah, terharu saya. Amatir begini diminta fotoin. Hehe… Dan, ternyata tidak sampai situ, kami akhirnya malah saling memfoto. Haha… sayang saya lupa foto beliau dengan kamera saya, karena kami berfoto dengan kamera masing – masing. Saya juga lupa namanya, padahal sama – sama dari Jakarta. Gagal jadi teman deh..

Hasil jepretan mas yang saya lupa namanya

Oke, sadar terlalu lama disitu akhirnya saya mulai beranjak untuk melanjutkan sampai puncak. Ternyata yang terlihat puncak itu masih lumayan juga. Dan… Mahameru, aku padamu!!! Jam 7 lupa kurang atau lebih saya berhasil sampai puncak. Bertemu dengan kang Jaka dan kang Donny yang sudah sampai lebih awal. Kalau tidak salah, mereka tiba sekitar jam setengah 6an.

Minum, sarapan sambil meluruskan kaki.. lalu tidak lama: “Buummm!!!” sebuah suara ledakkan terdengar. Semua yang sudah berada dipuncak berlarian menuju asal suara. Wedus Gembel tampak mulai keluar. Karena saat itu saya masih agak lelah dan malas bergerak, saya hanya mempersiapkan kamera dan memfotonya dari kejauhan. Luar biasa!!! Itulah wedus gembel terbesar pada saat saya berada dipuncak, karena setelahnya tidak pernah sebesar itu sampai saya kembali turun. Alhamdulillah Allah menakdirkan saya untuk tiba lebih cepat sehingga saya bisa melihatnya😀

IMG_6515

Istirahat sambil berkeliling juga sambil menunggu yang lain tiba. Bertemu dengan teman yang lain meski beda rombongan. Satu persatu dari kami berdatangan. Bahkan full team berhasil sampai puncak meski ada yang baru tiba jam 9an. Ah, teman – teman memang luar biasa, maju terus pantang menyerah!!! Bahkan mas Aris sampai menitikkan air mata. Perjuangan yang berat ya mas..

Leyeh – leyeh, foto bersama, termasuk foto untuk ucapan selamat wedding kepada teman kami yang menikah pada saat pendakian ini lalu turun…

Ah, jadi kangen moment ini…

Full Team by Rizal (klo ga salah)

Part selanjutnya disini ya…

23 pemikiran pada “Pendakian Semeru (6-10 Juni 2013) part 2

      1. Itu ada foto-foto jepretan temen juga…
        Tapi saya malah pengen beli lagi kamera poket atau prosumer yang kecil dan ringan, jadinya kalau trekkingnya berat ga harus bawa DSLR tapi hasilnya bisa bagus juga😀

  1. haaa..ada burgeeeer..>,<
    Keknya kalo mau muncak ke semeru lagi harus bawa mira biar dibikinin burger :)) #SalahFokus
    Enaknya musim hujan bisa dapet oro-oro ombo yang unyu dan "gundukan pasir raksasa" itu gak berulah ya..hahah..Kereen Mir..

    1. Hahaha… yang buat burgernya bukan diriku say.
      Mira bagian ngolesin margarin, kasih saos, kasih timun, kasih dagingnya itu, o iya tambah telor dadarnya sepotong.😀

      berulah gimana? Iya, musim hujan Semeru lebih cantik tapi ga dapet sunrise Rakumnya😦

  2. Mana tulisan lainnya? katanya masih rajin? :p

    poto yang niup biji terbang itu, kok nggak bisa diklik ya ukh? Padahal pengen ngelihat yang gedhe😦

    Btw, bersyukurlah sudah berhasil mencapai puncak semeru! Kenikmatan yang tidak dirasakan setiap orang #hallagh qiqiqiqiqi:mrgreen:

    1. Haha… loh, rajin ngeblog bukan rajin nulis :p
      Saya seringnya blog walking say. Atau posting foto aja.. hahaha

      hehe… itu copas soalnya. Beda sama yg upload langsung.

      iya, alhamdulillah bisa sampai Mahameru🙂

      1. Hehe… mira ga tau kalau ternyata ga di klik. Jadi mira itu copas foto say, jadi ambil fotonya dari fb tapi ga disimpen di drive, langsung dipaste di teksnya, jadinya ga bisa diperbesar… begitu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s