Mendung

2

Mendung…
Bahkan sebuah senyumpun
tak setulus biasanya
Tersapu angin duka
Yang mengiringi kerjapan mata pagi ini…

Mendung…
Aku menyalahkanmu untuk kesalahanku
kebodohan juga keteledoranku
Lalu ketika kau memakluminya
Pun aku menyalahkanmu…

Mendung…
Aku sadar sulit menjadi sempurna
ubahlah perlahan dengan kelembutan
Karena hati ini sedang ringkih
dari berbagai penyesuaian yang ada

Mendung…
Aku tak suka gelapmu
Tapi aku suka tiap tetes air yang turun setelahmu
Menyejukkan hatiku
Membahagiakan aku..
Perlahan… jadilah gerimis…

Jakarta,
Mencoba berpuisi kembali 271113

18 pemikiran pada “Mendung

      1. setelah foto itu, kami lebih mendekat lagi ke air terjunnya, jadi basah kuyup + kedinginan..
        Kalau orangnya boleh basah, tinggal ganti baju. Kalau kamera basah, sulit lagi ganti barunya..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s