Cinta Buta atau Cinta Mati?

Kami di Sipiso2
Kami di Sipiso2

Entah kenapa saya merasa saya mencintai suami saya berlebihan. Dalam dua bulan pernikahan kami ini, entah sudah berapa kali saya merasa cemburu pada hal yang sebenarnya tidak perlu saya cemburui. Dan ketika saya ungkapkan kecemburuan saya ini, suami malah ketawa – ketawa, padahal saya sudah sampai menangis pada saat itu. Lucu mungkin ya…. tapi tidak untuk saya. Saya takut dan saya berusaha jujur…

Lalu muncul kekhawatiran – khawatiran lain. Ah, saya tidak suka perasaan semacam ini sebenarnya. Tapi kalau dipikirkan lagi, saya merasa sih kalau saya belum bisa jadi istri yang baik, yang seperti orang bilang kalau istri itu harus bisa ini, bisa itu. Dan saya akui bahwa untuk banyak hal saya memang belum bisa.

Dalam 2 bulan ini, saya merasa (mungkin hanya perasaan saya saja) kami tidak terlalu banyak bercerita. Terlebih lagi dimasa kehamilan ini, saya biasa mual + muntah dimalam hari menjadikan sebagian besar malam – malam kami jalani dengan pikiran masing – masing. Saya lebih seringnya tidur cepat dan mengeluhkan ini itu. Ah, benar – benar istri yang buruk..

Ada banyak perbedaan, salah satunya masalah makanan. Kami belum menemukan irama yang tepat untuk hal ini karena memang selera kami sangat jauh berbeda. Saya orangnya gampang lapar dan gampang bosan dengan salah 1 makanan yang dihari itu sudah dimakan. Jadi selalu ada variasi makanan dari pagi hingga nanti malam, sedangkan masnya hanya menu tertentu saja yang saya tidak terlalu suka.

Dan hari ini, entah bagaimana muncul saya takut ditinggalkan. Sudah sering sih berpikiran aneh seperti ini dan sudah sering saya ungkapkan juga. Saya merasa saya tidak tahu apa –  apa tentang suami saya. Mungkin memang karakternya yang tidak banyak bicara atau memang tidak terbiasa bercerita dengan orang asing saya juga tidak tahu. Yang jelas pernikahan itu memang tidak seperti kisah cinta remaja di TV atau film – film, ada banyak hal didalamnya itu yang saya sadari. Tapi menjadi ketergantungan seperti ini apakah baik? Hmm… saya jadi ingat buku – buku tentang pernikahan yang didalamnya banyak kasus perceraian yang tidak diduga salah satu pihaknya. Ah, itu mengerikan sekali. Na’udzubillah… Ada yang mungkin punya saran agar saya tidak berlebihan seperti ini?

40 pemikiran pada “Cinta Buta atau Cinta Mati?

    1. Siap meluncur mas.
      Matur suwun info dan ilmunya🙂

      Hmm.. manja? Kayaknya bisa iya, bisa engga. Yang jelas perasaannya suka aneh – aneh..
      Kasihan suami kalau sampai istri sebel begitu ya🙂

  1. Hormon dlm tubuh ketika hamil memang tdk menentu, bahkan tingkat emosionalpun lbh tinggi, disenggol dikit marah,ngabek,inilah itulah..fenomena yg wajar,heheh #dengerin calon dokter ngmong😛 hahah

    Btw Barakallah ya teh..ish meuni romantis pisan😀 blm punya dedek hingga punya dedek tetap romantis…#Cihuyy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s