Gagal Banyak

Pertengahan tahun lalu banyak promo tiket penerbangan yang menguras kantong saya.  Ada 3 planning trip pada saat itu. Pertama tiket ke Makassar bulan Agustus, ke Padang (bersyukur penerbangan dibatalkan oleh maskapai – persiapan menikah), dan ke Medan bulan Oktober.

Di bulan Oktober itu sudah terplanning untuk ke Pulau Banyak, Aceh. Sudah disiapkan pula itinerarynya oleh PJ trip, kang Dwie. Trip ini 4 hari setelah saya menikah. Jadi bisa dibilang trip honeymoon juga😀. Sungguh sempat jadi dilema, apakah saya tetap berangkat atau cari destinasi lain untuk kami berdua karena awalnya misua saya tidak ikut dalam tim ini, alias tidak punya tiket. Alhamdulillah beberapa hari sebelum kami menikah, salah 1  teman trip, bang Sandy menyatakan batal berangkat karena sedang mempersiapkan pernikahannya juga. Jadilah suami saya yang ambil alih tiket dengan modal KTP pinjaman.

Trip ini diikuti oleh 10 orang awalnya, tapi yang batal 2 orang, jadi berangkat 9 orang setelah mas Rahmat menggantikan bang Sandy. Jadi, pesertanya adalah saya dan suami, kang Dwie, kaka Taufiq, Ani, teh DP, mba Ade, mba Saad, dan bang Niko.

Inilah plan itinerary kami:

Kamis, 17 Okt 2013

16:30-18:55 = flight CGK-MDN (kualanamu)

19:30-21:00 = Bandara-Kota (by damri)

21:00 = travel ke  Aceh singkil

Jumat, 18 Okt 13

07:00-11:00 = Kapal kayu regular ke pulau Balai (pusat kecamatan pulau banyak

11:00-12:30 = Cari penginapan trus ISOMA – penginapan putri – penginapan sonia

12:30-selesai = Hoping day1 – Pulau Biawak hoping – Pulau Sikandang (dikelola bule) sunset – Pulau Balong – Pulau Tailana – Pulau orongan (banyak buaya) – Pulau Asok back to penginapan dipulau Balai after sunset

Sabtu, 19 Okt 13

06:00-08:00 = Sarapan, plus bekel maksi buat hoping

08:00-18:00 = Hoping day2 – Pulau Lambodong (snorkel) – Pulau Palamabak besar (snorkel) – Pulau Palambak kecil – Pulau Rangit – Pulau Malelo (kyk pulau gosongan) – Pulau Panjang – Pulau Baguk (mercusuar) – Back to pulau balai

Minggu, 20 Okt 13

07.00-10:00 = Kapal balik keAceh singkil

10:00-18:00 = Aceh singkil – Medan – Bandara

19:35-21:55 = Filght MDN-CGK

Bisa terbayang rasanya akan sangat menyenangkan trip ini. Akan ada banyak pulau yang bisa kami singgahi, berenang kesana kemari, terumbu karang yang berwarna warni, ah.. siapa yang rela melepaskan kesempatan ini bukan?

Tapi sayangnya, setibanya kami di Singkil, kami mendapat kabar bahwa perahu baru dapat berangkat jam 10. Telat dari itin masih ok, bukankah tidak ada rencana yang bisa benar-benar sesuai rencana? Maka kamipun menunggu sambil beristirahat, sarapan, juga sempat berkelilling. Namun ternyata, sampai siang, tidak ada tanda-tanda kapal akan berangkat menyebrang. Akhirnya dapat info bahwa ombak sedang pasang dan kapal tidak berani berlayar. Kecewa? Tentu. Dan setelah berunding, tidak mungkin kami menunggu esok, karena belum jelas pula cuaca akan berpihak pada kami atau tidak, maka kami memutuskan untuk jelajah Medan. Setelah solat Dzuhur, kami carter kembali efl yang sebelumnya mengantarkan kami ke Singkil ini untuk kembali ke Medan. Tujuan kami adalah ke tempat pemandian air panas Sidebuk Debuk, lalu esok paginya berencana nanjak ke Gunung Sibayak. Hari esoknya? Belum terpikirkan. Hehe…

Kami tiba di Sidebuk Debuk cukup malam dan karena ini trip pulau awalnya yang tidak berencana camping, alias terplanningnya menginap dipenginapan, maka di Sidebuk Debuk pun kami mencari penginapan. Jam 11 saat itu daerah itu sudah sangat sepi, hanya ada 1 tempat pemandian yang masih ramai karena bukan 24 jam, sayang tidak ada penginapannya. Lalu kami berkeliling untuk mencari penginapan, alhamdulillah kami dapat 3 kamar untuk malam itu. Karena saya dan suami pengantin baru, maka diberikan 1 kamar untuk bedua. Setelah tenang karena sudah punya tempat tidur, perut keroncongan pun memaksa kami keluar lagi, cari warung makan. Adanya warung yang hanya menjual mie. Lumayan untuk mengganjal perut kami dan memberi sedikit kehangatan setelah harus berjuang hujan – hujanan untuk ketempat itu. Lalu setelah makan, rapi – rapi, tidur.

Pagi hari luar biasa dingin, rasanya enggan beranjak dari kasur bahkan untuk solat Subuh. Apalagi mau nanjak ke Sibayak. Hehe… jadi batallah nanjak digantikan tidur lagi sampai jam 8. Lalu disambung berenang dikolam renang penginapan yang berupa air panas belerang. Menghangatkan pagi yang dingin.

Berlatar SiBayak
Berlatar SiBayak
Narsis
Narsis

Selesai sarapan, mandi, berkemas, kami lanjut perjalanan. Dari Sidebuk Debuk ini kami berhasil menumpang sebuah mobil pick up yang mau mengantarkan kami ke pertigaan yang saya lupa namanya. Sesampainya dipertigaan itu, kami bingung antara ke kota Medannya atau ke Brastagi. Dan, akhirnya diputuskan untuk ke air terjun Sipiso – piso. Dilanjut ditulisan berikut ini ya..

22 pemikiran pada “Gagal Banyak

      1. hahaha… ngayap bahasamu nak..

        katanya ga suka jalan-jalan, ko jadi mendadak pengen gitu?

        Mending saya tabung aja untuk mempersiapkan jalan-jalan pasca lahiran. Hahaha…

      2. Makanya penting punya saudara dimana2.. biar ada alasan buat jalan2, mampir gitu ceritanya😀

        Banyak temen juga kan? Bandung tuh deket PP juga bisa… besok2 kesono ya, biar tau. hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s