[Syukur] Mimpi yang Jadi Nyata

Dear sahabat WPer…

Ga terasa ternyata saya sudah 3 bulan tidak menulis  :(

Kali ini saya ingin berbagi kebahagiaan yang sedang saya rasakan.

Beberapa bulan terakhir, selain karena sibuk browsing, kerja, dan saya juga seperti kehilangan mood menulis. Bawaannya males. Jadi cuma blog walking saja..

Oya, suatu mimpi yang jadi kenyataan yang mau saya share disini yaitu Alhamdulillah, akhirnya tanggal 12 Mei 2014, Senin kemarin saya dan suami sah punya sebuah rumah. Ya.. meski statusnya masih hutang, tapi karena sudah tanda tangan dan akad, artinya resmi jadi milik kami kan?😀

Pencarian rumah ini sebenarnya sudah dimulai dari awal tahun. Tanya – tanya, browsing, ikut pameran, keliling ke beberapa perumahan dari brosur yang didapat, bahkan sampai dapat bantuan dari marketing rumah yang dikenalin teman. Sempat juga mengalami pasrah, berniat untuk cari kontrakan saja yang 2 kamar (dari kontrakan sebelumnya yang berupa petakan). Tapi ternyata Allah berkehendak lain..

Setelah cari kontrakan 2 kamar yang harganya bikin sakit kepala (25 juta/tahun – 35 juta – karena di Jakarta Selatan mungkin ya), saya update status di FB, kalimatnya kurang lebih begini: “Cari kontrakan itu sama seperti cari rumah ternyata, susah – susah gampang”. Dari status itu, ada beberapa teman yang komen, baik itu mendo’akan dan ada pula yang kasih info. Salah satunya kakak tingkat dikampus dulu, namanya kan Swastea. Dari FB obrolan kami berlanjut ke BBM.

Beliau cerita, kalau baru beli rumah juga. Lokasinya di Pancoran Mas, Depok dengan harga A dan cuma ada 4 unit, 2 yang ready (salah satunya yang beliau beli) dan 2 dalam proses pembangunan (saat ini kondisi sudah mau selesai). Katanya biar punya tetangga yang kenal kan enak😀. Lalu berceritalah saya ke suami malam harinya dan memutuskan esok harinya untuk lihat rumahnya. Nah, setelah ngobrol – ngobrol dan lihat rumahnya, saya dan suami diskusi sepanjang jalan pulang. Mampir di Cilandak untuk makan dan memutuskan OK untuk rumah itu. Suami sreg karena dapat rekomended seller dari kak Swastea, namanya mas Indra. Jadi ya sudah, malam itu kita telepon yang punya dan menjanjikan untuk booking fee esok harinya. Setelah itu, kami janjian ketemu sama yang penjual dirumahnya. Makin sreg untuk melanjutkan prosesnya.

Selanjutnya adalah proses cari KPR bank syariah. Dari hasil telepon, browsing, dan tanya – tanya. Dapat DKI Syariah yang katanya rekomended. Lupa link yang menguatkan bahwa bank DKI Syariah inilah yang paling sesuai diantara bank syariah lainnya, mulai dari marginnya, denda, akad, juga prosesnya. Tapi sayang, sempat bermasalah dengan pembeli rumah saya sebelumnya yang katanya taksiran harganya rendah dan ribet prosesnya. Suami sih sempat ragu, tapi saya kuatkan (halah). Maka ikhtiarpun dilanjutkan.

Hari Jumat, 11 April permohonan diajukan ke bank dengan berkas sesuai info di internet, ada yang kurang tapi bisa disusulkan via email. Yang mengurus berkas kami adalah bu Eva, orangnya baik dan ramah. Dari kesan pertama entah kenapa saya sudah yakin kalau bakal di approve (kepedean). Prosesnya secara umum yaitu BI checking (apakah kita bermasalah atau tidaknya di keuangan, misal CC atau hutang lainnya), survey lokasi, survey pekerjaan, persetujuan dari pimpinannya. Dan… Alhamdulillah tanggal 23 April keluar SP3nya (Surat Pemberitahuan  Persetujuan Pembiayaan dari bank). Nah, karena akhir bulan, proses akad ditunda di awal bulan. Tapi karena pertimbangan biar ga bayar kontrakan lagi, saya minta ke yang punya rumah untuk pindahan tanggal 1 April lalu. Dan dibolehkan!!! Coba, kurang baik apa mas Indra? hehe… Lega akhirnya selesai juga..

Rumahku :)
Rumahku🙂

Info lainnya, siapa tau ada yang perlu:

Persyaratan:

  1. Minimal usia 21 tahun atau sudah menikah
  2. Pembiayaan harus sudah lunas pada usia maksimal 56 tahun untuk karyawan dan usia maksimal 60 tahun untuk profesional, dosen dan pengusaha. Untuk karyawan PNS yang masa pensiunnya diatur tersendiri, maka jangka waktu pembiayaan dapat disesuaikan dengan masa pensiunnya
  3. Menyiapkan dokumen (secara umum)
    • Surat permohonan pembiayaan dari (calon) nasabah
    • Foto copy KTP pemohon dan Suami/Istri
    • Foto copy Kartu Keluarga
    • Foto copy Akta Nikah/Cerai/Pisah Harta.
    • Foto copy dokumen agunan pembiayaan yaitu SHM/SHGB/SHPTU/SHP Strata title di atas SHGB/SHM
    • Foto copy NPWP (Pembiayaan diatas Rp. 50 juta)
    • Foto copy rekening koran atau tabungan selama 3 bulan terakhir.
  4. Akad Murabahah: Pembiayaan KPR Syariah dengan akad murabahah pada prinsipnya adalah jual beli. Bank Syariah akan membeli rumah KPR yang diminati oleh nasabah dari pihak pengembang / penjual, kemudian Bank syariah akan menjual kembali rumah tersebut kepada nasabah dengan ditambahkan keuntungan bagi pihak bank. Nasabah akan mencicil rumah tersebut sesuai jangka waktu yang telah disepakati saat akad Murabahah di tandatangani antara bank syariah dengan nasabah.
  5. Margin 12.5 % pertahun (mungkin bisa berubah).
  6. Flat tanpa ada peninjauan ulang dari awal sampai akhir. Sebagian besar KPR yang lain ada peninjauan setelah sebelumnya flat selama 2 tahun.
  7. Tidak ada denda keterlambatan.
  8. Maksimal cicilan 15 tahun atau 180 bulan.
  9. Margin berupa piramida terbalik, jadi angusuran awal akan lebih besar di marginnya. Jadi kalau lihat rincian angsuran, sepertinya tidak berminat untuk melunasi lebih cepat. hehe..
  10. Total biaya balik nama, pajak, notaris, asuransi dan lain – lain sekitar 25 – 27 jt untuk wilayah Depok (ini nominal yang harus disiapkan juga selain DP).

 

Semoga bermanfaat bagi yang sedang cari – cari rumah atau cari – cari KPR. Sekalian promosiin banknya😀

Mohon do’anya rumah baru kami ini memberikan keberkahan bagi keluarga kami. Aamiin..

Terima kasih.

34 pemikiran pada “[Syukur] Mimpi yang Jadi Nyata

  1. aamiin…

    rumahnya enak betul sepertinyaaa… *sumringah*
    perumahan apa namanya rha??
    asik asik asik, kita deketan dech… *peyuk*
    sayang aku ngga bisa bawa motor, jadi ngga bisa melancong sendiri kesana dech.😦
    kalau naik angkot macetnya boo *hahaha*

    1. Ga ada nama perumahannya, cuma 4 unit soalnya. Xixixi… sampai hari ini masih sibuk beres-beres aja, ga kelar2 dan menyesuaikan diri dengan macetnya perjalanan kantor – rumah…

      ya gpp ngangkot macet2 say, kan ga tiap hari juga mainnya😀
      Atau janjian dimana gitu yang tengah2…😉

      Ntar gantian kalau dedenya dah lahir mira yang melancong ke rumah Utie.. sekarang kemana2 dianter jemput.. udah gede perutnya. hehe…

      1. Iya kaann.. luar biasa macetnya kl disitu siiy..

        Iihh…ngomongin dede aq jadi mupeng..😦

        haha

      2. hahaha… macet tergantung jamnya juga, kalo weekend kayaknya memang lumayan, tapi hari biasa ya biasa aja…

        Makanya nanti main, kita ngobrol2. hehe😉

    1. Terima kasih mas…🙂

      Susah – susah gampang, katanya sih jangan cuma coba 1.. kemarin sempat apply ke yg lain juga, tapi prosesnya kelamaan keburu hasil yang di DKIsya keluar..

      1. proses udah OK, cuma di tengah jalan, berkas saya dihilangkan sama pihak banknya. ya mungkin jalannya begitu agar saya terhindar dari riba😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s