Tectona Grandis Village

Assalamu’alaikum wr. wb…

Hallo semua!! Hari ini saya mau cerita tentang jalan-jalan saya dengan tetangga rumah.

Kenapa judul tulisannya tectona grandis (baca: pohon Jati) villlage? Ini ide spontan sebenarnya. Jadi rumah saya itu terdiri dari 4 rumah yang dijual oleh pemilik yang sama yang dibelakang rumahnya masih banyak pohon Jati. Bisa dibilang cluster kecil. Nah, karena ga ada namanya kami buat sendiri. Hehe…

Tanggal 28 Februari 2015 lalu, saya dan 2 pasang keluarga beserta anak-anak masing-masing jalan-jalan ke Bandung. Daerah yang kami pilih adalah Lembang. Kami berangkat sabtu siang, karena sabtu paginya saya dan suami masih harus undangan dulu. Kami menginap di sebuah komplek perumahan yang disewakan. 1 malam itu kami membayar 750 ribu dengan sarapan pagi. Kami tiba malam minggu itu sekitar pukul 10 malam. Karena sebelumnya kami mampir makan Bandung kotanya. Di KiosK, cukup puaslah makan disana dengan menu nasi liwetnya, lalu beli roti bakar yang tersohor disana Matari, sayangnya menurut saya pribadi kurang cocok rasanya sama tempatnya yang engga banget apalagi kalau bawa anak kecil. Oya, kami berangkat menggunakan mobil pribadinya mas Andi.

Esok harinya, destinasi pertama kami adalah Gubuk Bambu. Pagi setelah sarapan kami langsung meluncur kesana. Sayangnya Khayla kurang sehat, agak demam. Tidak terlalu tinggi tapi dia jadi kurang semangat. Sepertinya karena sempat sedikit kehujanan pas pulang undangan di hari Sabtunya. Karena kondisi yang dingin, kami tidak berlama-lama disana. Hanya numpang foto dan langsung pergi lagi. Hehe….

Setelah dari sana, kami menuju De’Ranch. Tempat pacuan kuda. Tempatnya bagus, suka berlama-lama disana. Sayangnya cuaca kurang mendukung karena sempat gerimis. Saya dan suami mencoba naik kuda. Ini kedua kalinya untuk saya, sedangkan untuk suami pertama kali. Sedihnya, khayla ga boleh ikut digendong. Jadi ya hanya kami berdua saja bergantian. Oya, disini kak Ninit dan suami (tinggal di Bandung) join lagi dengan kami, yang sebelumnya menemani kami makan di Kiosk.

Dari sana kami ke Floating Market. Makan, Solat, dan keliling-keliling. Makanannya cukup enak-enak. Harganya ya pasti lebih mahal, tapi ya tidak mengecewakan. Tadinya mau naik perahu untuk keliling danaunya, tapi ga jadi karena siangnnya cukup panas. Kasihan sama Khayla juga.

Setelah dari FM, kami bersiap pulang, dengan mampir sana sini untuk beli oleh-oleh. Alhasil sampai rumah hampir tengah malam. Capek, tapi seru!!! Semoga lain waktu bisa jalan-jalan lagi dengan tetangga yang baik-baik ini. hehe….

13 pemikiran pada “Tectona Grandis Village

  1. Wah yang ibu2nya senyumnya menawan…😀😀

    Si Khayla gayanya cool banget kalau difoto dari belakang😀, yang lagi fotoan ama bapak, keliatan unyu2nya si Khayla, keluarin lidah kecil nya :p…😀😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s