Honeymoon

Ini cerita hampir 2 tahun lalu…

Kami, saya dan masnya menikah, Lebaran Idul Adha bersama, esok paginya langsung diantar sama mamah dan adik yang paling bungsu kembali ke Jakarta. Kondisi kontrakan mengenaskan. Karena memang belum dirapikan, selain karena persiapan pernikahan yang mepet, juga dapat kontrakannya juga mepet. Segala sesuatunya masih didalam kardus, itupun baru barang masnya. Karena barang saya masih dikost lama. Karena dari kampung carter mobil, akhirnya kami sepakat untuk sekalian pindahan barang saya dari kost ke kontrakan pakai mobil carteran itu. Alhamdulillah selesai dengan sekali angkut. Malam itupun mamah dan adik langsung pulang lagi, jadi benar-benar hanya mengantarkan. Hehe.. Dan itulah malam pertama dikontrakan tidur dengan beralaskan matras dengan dus-dus dan barang lainnya yang masih berserakan plus badan lelah karena perjalanan jauh.

Esok harinya adalah hari yang sibuk beres-beres dan beli perlengkapan. Sebisa mungkin kami rapikan karena sore harinya kami akan berangkat ke Medan.  Trip Pulau Banyak (Aceh) sebenarnya dan rencana trip ini sudah ada sebelum saya berencana menikah dibulan yang sama. Jadilah trip honeymoon ini rame-rame😀

Karena plan awal adalah ke Pulau Banyak Aceh, tapi gagal. Jadi kami benar-benar rubah haluan jadi jelajah Medan. Setelah bermalam di pemandian air panas Sidebuk-debuk, kami lalu melanjutkan perjalanan ke air terjun Sipiso-piso. Air Terjun Sipiso-piso ini merupakan sebuah kawasan wisata alam yang terletak tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Ketinggiannya 120 meter atau sekitar 360 kaki sebelum mengalir ke Danau Toba.

sipiso
Sipiso-piso

Karena tanpa planning sama sekali, jadi perjalanan inipun tanpa akomodasi yang jelas. Dari pemandian air panas, kami menumpang mobil pick up petani disana, turun dipertigaan yang saya lupa namanya, dilanjutkan dengan menumpang lagi truk. Asli SERU BANGEEETTT!!! Hahaha…

ditruk
di atas truk

Untuk sampai ke Sipiso-Piso, kami harus 3 kali naik turun truk dan itupun sempat jalan kaki lebih dari 1 Km-an karena ternyata truk yang kami tumpangi tidak sampai tujuan kami dan truk-truk lain tidak mau berhenti. Lumayan dengan tas keril yang kami bawa dengan niat berenang. Hehe…

Setelah tiba dipertigaan yang menuju Sipiso-piso, kami naik becak motor yang bisa menampung 4 orang. Jadi kami terbagi kebeberapa kelompok. Saya sudah lupa harganya. Kalau tidak salah sih di koordinir sama TL dulu, jadi kami bayar total akhir saja dibagi sesuai peserta yang ikut.

Sampai di Sipiso-piso kami cari warung untuk makan siang. Sekaligus tempat yang nyaman untuk istirahat. Setelah solat, makan, kami baru turun untuk melihat langsung air terjun dan danau Toba. Ternyata cukup jauh juga untuk sampai ke kaki air terjunnya meskipun dari atas sudah kelihatan, tapi tetap tidak puas kalau tidak sampai bawah.

Sampai bawah, kami sesi foto-foto. Khususnya sih saya dan suami *eh😀

Ga berlama-lama dibawah, kami naik lagi. Karena air terjunnya tinggi, jarak 200 meter pun kami sudah terciprat airnya. Sehingga kalau mendekat ya semakin basah. Selain itu, perjalanan naik lumayan berat, untungnya perjalanan ini kami tidak membawa perlengkapan apapun selain payung dan kamera.

jalur
jalur turun
tanjakan
tangga pulang

Setelah cukup puas di warung tempat kami beristirahat, mandi, makan, solat dan lain-lain kami bersiap melanjutkan perjalanan ke kota Medan. Tujuan kami adalah ke rumah salah satu teman kami. Lupa daerah mananya karena sudah lama banget. Hehe… yang jelas sudah ga di Brastagi. Malam itu kami makan mie Aceh lalu istirahat tidur.

Nah, keesokan harinya sang TL mencetuskan ide untuk ke Pelabuhan Belawan. Karena ga ada ide lain dan penasaran juga dengan pelabuhannya, kami pun setuju. Dengan naik angkot 1 kali kami tiba di pelabuhan. Dan……. taraaaa!!! Ga jelas banget kami disana. Jalan terus ga sampai-sampai, cuma nemu banyak gudang tutup yang akhirnya membuat kami memutuskan balik lagi. Mendingan ke kota Medannya deh. Hahaha…. Berbekal carter angkot, kami keliling ke Mesjid Agung dan Istana Maimun sampai sore, gak lupa juga ngerujak ditaman depan mesjid. Diangkot itu kami saling main tebak-tebakan judul dan penyanyi lagu jadul, dan sayalah yang paling diem. Beda masa dan memang ga terlalu suka dengerin musik.

Ini sesi levitasian di depan Istana Maemun. Abaikan kalau bikin enek😀

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Yap, inilah kisah perjalanan yang paling ga jelas tapi tetap seru abis. Planningnya hancur berantakan dan tujuan kami unpredictable. Alhamdulillah TLnya kreatif cari tempat, temen-temen yang seru, juga ada suami pastinya. Hehe…

26 pemikiran pada “Honeymoon

      1. Hahahaha.
        Masih donk..
        Terbaru kemarin 24-26 september ke Karanganyar..
        Tapi selama sekitar 4 bulan (20 mei sampai tengah september) aku sibuk ngurusin PBDT Ukh gak sempat main2. Cuma sesekali deket rumah aja. Hiks nasib😥
        Udah gitu hasrat menulis juga kabur saking sepenuh hatinya ngurusin PBDT. Wkwkwk
        Jadi males nulis, haha *curcol

      2. Haha biasa acara kantor *ga perlu diekspose di publik. Wkwkwk

        Tapi kurasa enak juga pas gak ada hasrat nulis gegara PBDT itu. Soalnya begitu ada ide nulis langsung gerudukan. Akhirnya malah nggak nulis juga. Wkwkwk *alasan mulu😡

      3. Haha, sempet vakum juga gak buka sama sekali. Wkwkwk.
        Gak pernah kultwit lagi😥
        Paling cuma komen komen status orang gitu.

        Masih lah ketemu. Makin banyak. Tapi nggak pernah aku ladenin. Aku cuekin. Haha. Tepatnya setelah “tragedi” itu jadi lebih hati-hati. Berusaha semaksimal mungkin nggak bersinggungan dengan orang yg berseberangan.😀

        Tapi kalau dipikir memang segala sesuatu ada hikmahnya. Mungkin kalau aku belum kena tragedi itu bisa2 aku terseret arus tantangan debat kusir gak berguna. Lapak sebelah (pengasong sepilis yg sekarang berbaju islam nusantara) suka nantang2 debat mulu. Tapi selalu aku cuekin. Gak pernah aku tanggapin, haha😀

      4. Hahaha.

        Tragedinya yang kumaksud bukan tragedi debat. Tapi aku dihukumin saudara sendiri berdebat kusir. Padahal niat q untuk mempertahankan pendapat bahwa yg salah itu salah yg benar ya benar. Karena aku berfikir masih ada opini publik yg harus diseimbangkan. Biar gak cuma menerima info dari sebelah. Eh ternyata dihukumi debat kusir oleh saudara sendiri. Down lah aku. Jatuh. Nangis semalaman. Qiqiqi. Gak berani ngetwit seminggu. Gak berani nulis.😀

      5. Haha… tapi kalau memang 2-2nya sama2 keukeuh ya memang debat kusir namanya say. Gpplah kan jadi belajar, jadi tau juga. Diam kan bukan berarti kalah. Mengalah bukan berarti salah. #halah…

      6. Iya aku tau.
        Yg aku pikirkan adalah opini publik yg baca sebagai bahan komparasi. Bukan pada orang yg berdebat langsung. Hehe. 🙂
        Tapi sekarang bodo amat. Kagak mikir publik (orang lain). Aku monolog aja. Wkwkwk

        Kadang kalau tiba-tiba ingat “tragedi” masih nangis sendiri, mewek sendiri gitu. Lebay kan? Wkwkwk. Tapi beneran itu.😡

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s