Pendakian Pertama

Gunung Andong namanya. Gunung yang pertama kali saya daki setelah cuti melahirkan. Gunung Andong ini berlokasi di Kabupaten Magelang, dekat dengan gunung Merapi dan Merbabu. Meski gunung ini tidak terlalu tinggi, yaitu hanya 1.726 Mdpl, tapi dari gunung ini, selain bisa melihat gunung Merapi dan Merbabu juga bisa melihat gunung lainnya seperti gunung Sindoro, Sumbing, dan Prau.

Tanggal 1-2 Agustus 2015 lalu saya kesana. Pendakian pertama saya dengan suami dan itu pendakian pertama saya juga yang mengajak Khayla. Saat itu usianya baru 1 tahun 2 minggu. Abinya sampai buat printan untuk perjalanan ini🙂

spanduk

Persiapannya gimana? Hmm… jelas rempong. Haha… selain karena khawatir kondisi paska melahirkan yang semakin jarang olahraga dan sering merasa kelelahan kalau pulang kerja, juga khawatir apakah Khayla sudah siap untuk diajak mengenal gunung. Maka browsing adalah persiapan pertama saya. Hehe… Dari browsing itu saya jadi kenal mba May , yang sudah berkali-kali membawa anaknya Cici ke berbagai gunung di Indonesia, join di grup kaki kecil (Fb – ada blognya juga). Terus belajar juga dari notenya mba Nyomie di Fb yang bawa anaknya naik gunung dari usia Max 5 bulan. Wow banget kan ya!! Jadi ya, bismillah bisa🙂. Apa saja yang dibawa untuk mendaki si kecil ditulis disini ya.

Kami berangkat dengan 12 teman lainnya dari grup P24. Juga ada El sebagai teman Khayla, usianya lebih muda 1 bulan. Kami berangkat dari stasiun Pasar Senen dengan menggunakan kereta ekonomi biasa. Tiket dibeli kolektif, sempat terlupa juga mendaftarkan Khayla dan El sebagai penumpang dan ga terpikir juga untuk membeli ekstra kursi untuk Khayla (maklum, perdana pergi naik kereta bawa baby). Hehe.. Alhasil ya harus dipangku sepanjang perjalanan. El lebih beruntung karena ada kursi kosong, jadi bisa dipakai. Kereta berangkat jam 10 malam ke Semarang dan di jadwalkan tiba di Semarang jam 7 pagi.

el bobo
el bobo
bobo dikereta
bobo dikereta
di stasiun
di stasiun

Sampai Semarang kami sarapan dan carter mini bus untuk mengantarkan kami ke Magelang dengan lebih dulu singgah di Brown Canyon. Sulit menjelaskan tempat ini, karena kami sempat kebablasan dan akhirnya putar balik. Brown Canyon ini sebenarnya sudah lumayan terkenal diantara pengguna Instagr*m yang sering travelling, tapi karena penduduk sekitarnya ga tau ya nyasar. Oleh penduduk setempat lebih dikenal dengan nama padasan. Tempat menambang tanah/pasir di bukit yang meninggalkan bekas seperti Green Canyon, makanya jadi dinamai Brown Canyon. Tidak lama kami disini karena panas, gersang dan ilfil karena ada premannya yang minta bayaran untuk masuk ke wilayah itu. Perorangnya 5 ribu rupiah. Ih, ngeselin banget ya. Tempatnya sih ga begitu bagus, tapi kalau di foto sih lumayan. Hehe…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah itu kami langsung meluncur ke Magelang. Arah masuknya dari Pasar Ngablak, Kopeng. Kami istirahat sejenak, solat, makan siang, dan titip pakaian untuk esok di basecamp Taruna Jayagiri di Dusun Sawit. Dan kami mulai start trekking jam setengah 3 sore.

di basecamp

Perjalanan diawali dengan jalur beraspal kurang lebih 1 km dilanjut dengan langsung nanjak. Karena gunung kecil jadi memang tanjakanan terus sepanjang jalan. Kalau untuk ukuran jalan santai tanpa beban (karena banyak yang tektok (naik langsung turun lagi)) gunung ini bisa ditempuh dengan waktu 1-2 jam. Nah, kalau kami yang jalannya santai dengan beban plus sudah lama ga naik gunung, kami membutuhkan waktu 2,5 jam dengan beberapa kali berhenti untuk istirahat.

siap trekking
siap trekking

Alhamdulillah Khayla sama sekali tidak mengganggu perjalananan karena dia anteng banget tidur digendongan saya. Saya malah sempat khawatir saking antengnya dia. Jadi beberapa kali saya cek hidungnya. Ada nafas yang keluar ga dari hidungnya. Haha…. Beberapa tanjakan lagi sampai puncak tiba-tiba datang kabut tebal yang dingin sekali. Saya dan teman-teman sedikit mempercepat. Angin juga lumayan kenceng. Dan karena bulan ini musim kemarau, jadi debunya lumayan banyak. Khayla gimana? Tenang, dia masih anteng bobo. Hehe…

kabut
Berkabut
kabut 1
Kabut masih pekat

Sampai atas jam setengah 5 sore. Kami langsung cari lapak untuk pasang tenda. Karena gunung kecil, lahannya juga sidikit dan sudah lumayan banyak juga tenda yang sudah tegak berdiri. Karena debunya ampun-ampunan, saya beristirahat di salah satu warung yang ada disana. Lumayan bisa ngeteh anget sambil makan cemilan lain dan main sama Khayla yang akhirnya bangun juga. Tenda terpasang, masuk tenda sebentar langsung hunting sunset. Sempat berkabut, tapi terang lagi. Alhamdulillah cerah.

Setelah bersunset ria, semua masuk tenda karena dingin, solat, masak buat makan malam lalu menidurkan si kecil. Alhamdulillah ga lama tidur pulas. Semalaman itu Khayla tidur nyenyak, hanya sesekali terbangun itupun karena haus. Justru saya yang merasa kedinginan dan menggigil beberapa kali (soalnya sleeping bagnya dipakai Khayla). El malah sempat minta main bola ditendanya. Hehe…

bobo
Khayla bobo pulas di tenda

Esok paginya sebelum keluar berburu sunrise, kami masak sarapan dari bekal yang kami bawa. Juga untuk Khayla. Setelah itu bergabung dengan puluhan manusia yang sedang menanti terbitnya matahari. Wow, ramainya lebih dari pasar… Sayangnya selain karena kemarau banyak debu, sepagi itu pula banyak asap rokok. Padahal ke gunung kan buat cari udara segar…. Untungnya pemandangannya oke banget, jadi emosinya langsung menguap😀

sunrise
sunrise

Setelah puas itu, saya dan yang lain lebih banyak di warung untuk ngeteh dan menghangatkan diri. Selain sambil menyuapi Khayla tentunya. Abinya sibuk bongkar tenda dan persiapan pulang. Kami janjian dengan mini bus yang kami carter itu jam 10. Jadi kami harus cepat turun. Niat awalnya jam 8 sudah jalan turun, tapi selesai packing aja jam 8. Hehe… Ya setidaknya kami benar-benar bisa turun jam setengah 9, dan sampai bawah jam 10 kurang sedikit. Lebih cepatlah turunnya daripada naiknya.

trekking pulang
trekking pulang, Khayla nemplok langsung bobo
go home
mari pulang

Karena turunnya telat, kami hanya sempat sarapan, jadi ga bisa mandi dulu. Jadi ya terpaksa 2 hari ga mandi. Hehe… Niatnya kalau keburu mandi di stasiun. Keburu sih mandi di stasiun, mandi super kilat. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, selamat sampai tujuan….

siap pulang

18 pemikiran pada “Pendakian Pertama

      1. Keren banget lah kalian bertiga!

        Tapi Tante belum naik gunung beneran… Baru ke Panderman doank yang mendaki beneran itu😦

        Lainnya sih ngebolang geje…

        Envy to the max!😉

      2. Harus ke gunung dulu tante, seperti ummi sama abi khayla kan ketemunya di gunung. hehehe…..
        Mungkin ngebolangnya harus ramean…. jadi ada yg nyomblangin *curhat

    1. Sekarang gunung-gunung ramainya bukan main.
      Iya, gunungnya ajip. Ga terlalu tinggi tapi viewnya luar biasa. Sepanjang mata memandang hanya keindahan yang nampak #halah…
      Sayangnya gersang banget…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s