Hallo, Namaku Raffa!

Assalamu’alaikum Wr. Wb…

Alhamdulillah, akhirnya bisa corat coret disini lagi setelah tulisan terakhir yang saya posting ternyata sudah 1 tahun yang lalu.

Sesuai judul, saya tulis ini untuk mengenalkan Raffa. Anak ke dua saya yang berjenis kelamin laki-laki ini, sekarang usianya 3 bulan 10 hari. Alhamdulillah lahir sehat, normal dan sempurna pada tanggal 16 Juli 2016 dengan berat 4,01 kg dan tinggi 53 cm. Nama yang kami berikan lengkapnya adalah Muhammad Satyadipta Raffasya yang harapannya semoga bisa menjadi anak yang sholeh yang setia meneladani akhlak Rosul yang berkilauan dan berkedudukan tinggi (bermanfaat) dalam hidupnya. Aamiin..

Raffa baru lahir

Proses kehamilan kedua saya ini, memang diniatkan. Pengen nambah adik untuk Khayla yang selisihnya 2 tahunan. Selain itu, saya berdoa sama Allah semoga diberi anak laki-laki. Biar sepasang. Jadi diikhtiarkan juga biar bisa punya anak laki-laki. Dari hasil browsing (emak-emak masa kini :D) saya mendapatkan beberapa informasi yang saya butuhkan untuk bisa hamil bayi laki-laki. Hal-hal yang saya lakukan pra kehamilan adalah:

  1. Cek masa subur untuk bayi laki-laki. Saya cek disini http://ibuhamil.com/kalkulator-masa-subur.php.
  2. Menyarankan suami untuk lebih banyak makan daging.
  3. dan lengkapnya bisa browsing juga untuk yang punya program yang sama. Agak vulgar soalnya. Hehe..

Dan alhamdulillah atas izin Allah saya bisa punya anak laki-laki yang manis ini.

Raffa

Kalau dibandingkan dengan kehamilan pertama, kehamilan kedua ini lebih ringan. Tidak terlalu banyak mual muntah seperti di kehamilan pertama. Meskipun tetap berlangsung sepanjang kehamilan. Hidung juga tidak sesensitif yang pertama. Kalau dulu enggak bisa cium bau nasi goreng, bakso, soto, mie, dan makanan-makanan yang berbau tajam termasuk enggak bisa makan juga (karena udah mual duluan), yang kedua ini lebih toleran lah ya. Tapi yang meningkat, sepertinya bapernya. Haha… Jadi selama hamil kedua ini lebih banyak nangis, sedih, mudah tersinggung dan sensitif. Dan terasa beratnya karena perjalanan dari Depok ke Jakarta pakai motor. Meski pas hamil besar jadi beralih ke ojek online.

Sedikit cerita pas mau lahiran. Tetehnya (panggilan sekarang untuk Khayla) kan ulang tahun yang kedua tanggal 14, hari kamis waktu itu. Ngundang tetangga untuk syukuran aja potong kue. Malamnya jam 10an sudah mulai enggak enak perutnya, tapi karena ngantuk, ya tidur. Jam 11an, mulai terasa mulas, tapi sayanya masih ragu. Sudah lupa rasanya kontraksi. Suami yang lagi tidur akhirnya saya bangunin.

Saya: “Mas, mas.. bangun. Kayaknya neng udah mules deh”.

Suami bangun dengan terkaget-kaget: “Hah!! Beneran yang?”

Saya: “Ga tau mas, udah lupa rasanya yang pertama”.

Terus suami akhirnya menyarankan saya untuk siap-siap. Karena memang belum persiapan bawaan untuk kerumah sakit padahal sudah masuk 40 minggu (HPL dari dokter tanggal 17). Packing pun dimulai sambil menahan mulesnya. Jam 12 kontraksinya semakin sering dan semakin sakit. Jadi mulai angkut-angkut barang yang mau dibawa ke rumah sakit. Termasuk stroller karena ajak si teteh. Jam setengah 1 kami meluncur ke rumah sakit, dan langsung ke ruang bersalin.

Setelah dicek, ternyata sudah pembukaan dua, jadi saya harus rawat inap. Dan karena teteh diajak, akhirnya dipulangkan, dijemput sama ibu pengasuh Khayla.

Malamnya, karena kontraksinya semakin sering dan cepat tapi pembukaannya enggak nambah. Sama susternya saya dikasih obat untuk menghilangkan nyeri. Jadi bisa tidur dengan nyaman deh sampai pagi. Bahkan seharian di tanggal 15 itu saya enggak merasa mules sama sekali. Mules baru muncul jam 8 malam dan masih tetap pembukaan 2. Dan mules kontraksi semakin kuat dan sering. Saya sudah enggak bisa tidur, jadi saya tahan dengan terus beristigfar dan baca doa nabi Yunus. Jam 10 diperiksa lagi masih tetap bukaan 2. Sampai akhirnya jam 12an saya mulai merinding, ada dorongan untuk ngejan. Jadi  saya bangunin suami dan panggil suster. Lalu dicek, ternyata sudah bukaan 5. Sayapun akhirnya dibawa ke ruang tindakan. Sambil menunggu dokter, saya sibuk tarik nafas-buang karena dorongan ngejan yang luar biasa rasanya, tapi belum boleh karena belum lengkap bukaannya. Berulang-ulang kali, berulang-ulang kali. Ah.. proses yang luar biasa. Sampai akhirnya dokter pun datang. Dan malah tanpa perlu mengejan dengan kuat, alhamdulillah anaknya bisa lahir. Allahu Akbar!!

Nah, itu dia cerita tentang Raffa…

Salam kenal ya om, tante semua. Kecup jauh dari Raffa🙂

9 pemikiran pada “Hallo, Namaku Raffa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s