Explore Lombok (bag 1)

Desember 2014, temen ngetrip di Petualang 24 meracuni saya dan suami untuk hunting tiket promo di Garuda Travel Fair. Dari sana kami dapat tiket PP Jakarta – Lombok kurang lebih 850 ribuan PP. Tujuan Gunung Rinjani dengan tanggal keberangkatan 28 Mei – 04 Juni 2015. Sempat galau, nanti Khayla gimana? Diputuskan beli dulu, Khayla dipikirkan nanti. Opsi yang mungkin yaitu dititipkan ke Uwanya. Hehe…

Dari 1 bulan sebelum keberangkatan, kami akhirnya memutuskan batal nanjak ke Rinjani tapi tetap berangkat dengan tujuan jelajah pantainya. Jadilah kami terpisah dari rombongan dan harus mulai mempersiapkan itinerary sendiri. Dari yang awalnya akan pergi ber 15 orang, kami akhirnya pergi bertiga. Saya, suami dan Khayla. Sebenarnya ada temen yang mau join untuk susur pantai juga, tapi karena istrinya sedang hamil semester ke 2 dan harus mempersiapkan biaya lahiran, mereka berdua akhirnya mundur.

H-2 minggu keberangkatan, saya mulai browsing daerah mana saja yang memungkinkan untuk dikunjungi, hunting penginapan, cari info transportasi dan tanya sana sini untuk rekomendasi yang oke. Alhamdulillah ada adik tingkat kampus yang asli sana yang menawarkan saudaranya untuk menemani kami untuk memakai jasa driver dan mobilnya selama disana, karena ia sendiri bekerja di Jakarta.

H-5 keberangkatan, Khayla demam cukup tinggi. Awalnya hanya di pantau perkembangannya, karena anaknya masih ceria dan tidak terlalu rewel. Berharapnya dengan makan dan minum cukup, demamnya bisa segera turun. Tapi karena sampai hari ke 3 demamnya masih cukup tinggi, kami periksakan ke bidan. Menurut bidan, Khayla terkena campak, hanya saja bidan belum terlalu yakin karena gejala bintik merahnya belum terlalu nampak. Kami jadi ragu apakah akan tetap berangkat atau tidak, karena tiket infant Khayla juga sudah dibeli 1 bulan sebelumnya. Selain itu, kami sama sekali belum packing. Keesokan harinya demamnya turun, tapi badannya semakin keliatan ruam-ruam merah seperti bintik-bintik yang bertumpuk-tumpuk. Akhirnya saya dan suami bawa Khayla ke Dokter di RS. Khayla fix terkena Campak Jerman atau Rubella. Tapi, karena demamnya sudah turun, dan tinggal ruamnya saja, tidak masalah untuk diajak pergi – walaupun seharusnya dirumah saja. Nah, karena Khayla dapat ijin terbang, malam itu kami mulai packing, bersiap berangkat.

Esok harinya, karena pesawatnya jam 6 sore, kami masih bisa packing yang memang belum selesai semalam. Berangkat dari rumah setelah solat Dzuhur biar lebih santai sampai Bandara. Karena kondisi Khayla kami memutuskan naik taksi saja. Alhamdulillah ia tidak rewel dan memang sudah seperti biasa lagi.

baca
Nunggu pesawat di Bandara

Berdasarkan yang saya baca, bayi sebaiknya disusui saat boarding dan landing. Jadi sengaja ga saya susui saat menunggu di ruang tunggu. Tapi karena pas diruang tunggu Khayla sempat tidur, setelah boarding Khayla ga langsung tidur lagi jadi agak sedikit rewel karena ga bisa kemana-mana, cuma bisa duduk aja. Maklum usianya sudah 10 bulan, sudah ga bisa duduk tenang. Hehe… Alhamdulillah ga lama akhirnya dia bisa tidur juga.

Tidur

Sesampainya di Lombok, kami di jemput Adi. Sepupunya Zuhud, teman saya itu. Dan kamipun menuju Kuta untuk destinasi pertama kami. Awalnya kami akan menginap dipenginapannya bibinya teman saya itu, tapi karena ada miskomunikasi akhirnya kami menginap dipenginapan sebelah dengan harga 150 ribu/malam tanpa AC. Oya, ketika di bandara adik saya join dengan kami karena ia berangkat dengan pesawat lebih awal. Sebelum bergabung dengan tim Rinjani yang baru akan mendarat di Lombok besok malam.

Malam itu saya di jamu makan malam oleh bibinya Zuhud. Tapi cuma saya dan Anwar (adik saya) saja yang ikut makan karena suami nemenin Khayla yang tidur.

Pada saat saya makan malam itu, Khayla jatuh dari dipan. Innalillahi. Kami berdua cemas, khawatir benturannya membahayakannya. Tapi alhamdulillah Khayla tidak apa-apa dan keesokan harinya kembali ceria.

Pagi itu, dari habis subuh saya sudah mulai masak untuk sarapan kami berbekal kompor gas kecil dan nesting yang kami bawa. Saya buat oat dan sereal untuk saya dan suami. Sedangkan untuk Khayla pagi itu nasi campur wortel, buncis dan telur (hampir ini terus menunya selama disana 😁) – packingannya beras yang sudah dibelender biar agak halus dan lebih cepat matengnya. Setelah selesai sarapan ringan kami keluar ke pantai yang lokasinya hanya 200 meter dari penginapan.

Bersambung ya………..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s