Rindu Kemcer Yang Akhirnya Terobati

Bismillahirrahmanirrahiim…..

Diawal tahun 2018 ini saya berazzam, ngisi WP minimal 1 bulan 1 kali. Semoga yang ini bisa istiqomah ya. Hehe….

Jadi, saya mau cerita sesuai judulnya. Ini cerita di akhir tahun 2017 lalu.

Jumat Malam (29/12) itu tetiba saja Pak Suami ngajak besok ke Taman Safari, beliau bilang berangkat pagi. Ya sudah, akhirnya saya malam itu langsung packing. Lalu saya tanya, “Hari Minggunya gimana, Bi? Ikut ke Cipeteuy, ya.. yaa…..”, dengan wajah penuh harap. hahaha…

Karena pak Suami agak keberatan, saya packing hanya seperlunya karena ya belum tentu jadi. Kami bahkan hanya bawa tenda dan jaket saja. Lupa bawa matras, lupa bawa sleeping bag, lupa bawa alat masak, dan printilan lainnya.

Hari Sabtunya kami wisata ke Taman Safari (insyaAllah akan diceritakan dilain kesempatan) dan bermalam disekitar sana.

Hari Minggu pagi, saya membujuk suami (baca: merengek) untuk ikut tripnya Om Dwie (leader Petualang 24) yang mengadakan kemcer di Curug Cipeteuy, Bogor. Info trip ini sudah kami dapatkan dari 2 minggu sebelumnya. Tapi karena keputusan keluarga seringnya mendadak, ya trip ini juga hampir tanpa persiapan. Tapi, karena kami tidak cuma sekeluarga alias rame-rame, tertolonglah itu semua. Hehe….

Kami menggunakan kendaraan pribadi dari arah puncak menuju Curug sekitar jam 10an. Sampai di lokasi jam setengah 1an, setelah sebelumnya mampir sana sini, untuk beli makan, beli cemilan dan makanan nanti disana, juga sholat dzuhur.

Rombongan lainnya yang berjumlah 10 orang berangkat dengan menggunakan kendaraan umum yaitu dengan carter angkot dari stasiun Bogor.

Setelah repacking ulang, agar tidak terlalu banyak yang harus dibawa. Kami mulai treking jam 2an. Meski sudah di pilih seminim mungkin, ternyata tetap banyak juga perlengkapan yang kami bawa.

Karena saya dan keluarga datang kesana terlambat, jadi kami trekking sendiri. Treking ini memerlukan waktu sekitar 1 jam plus istirahatnya.

treking
treking tanjakan

Perjalanan ini adalah pengalaman pertama saya setelah cuti kurang lebih 2,5 tahun karena hamil dan melahirkan. Jadi lumayan ngos-ngosan karena sudah jarang olah raga dan bawa beban yang berat. Bagi-bagi tugas, suami gendong anak wedhok, saya gendong anak lanang.

Sebenarnya jalurnya tidak terlalu jauh, kurang lebih 2,5 km. Tapi 1 km terakhir treknya berupa tanjakan yang cukup tinggi. Sehingga butuh effort lebih saat berjalan.

Alhamdulillahnya anak saya yang pertama (baca: teteh) mau saat diminta jalan sendiri, jadi suami tidak terlalu lelah karena harus menggendong juga. Sedangkan si kecil, tertidur pulas digendongan saya ^_^

Dan.. taraaaa…. hutan pinus yang mempesona.. dengan tempat yang bersih dan udara yang segar, sangat menyenangkan…

cipeteuy

Setelah istirahat sejenak dan bertemu dengan teman-teman yang lain, pak suami mulai pasang tenda. Sedangkan saya sibuk makan sambil nyuapin makan anak-anak juga. Hehe…

Selebihnya diisi dengan bersantai sambil hammockan yang kami sewa seharga 20 ribu untuk 2 hari sampai besoknya.

Malamnya diisi dengan makan bersama dan perkenalan, karena ternyata banyak yang baru kenal saat itu. Info yang teman-teman lain dapatkan adalah dari grup jalan yang ada di FB.

Alhamdulillah malam cerah juga, meski sempat khawatir hujan, isi tenda bisa basah kuyup. Malam ini terpaksa teteh di pakaikan diaper lagi karena dirumah juga masih suka ngompol. Di sini kalau ngompol bisa berantakan dunia pertendaan. hahaha… Dan sepertinya teteh agak kaget dengan keadaan malam itu. Tenda yang kapasitas 2 orang terasa sempit, jadi sempat nangis minta Abinya keluar tenda karena sepertinya kurang legaa jatah tidurnya. Karena kakaknya nangis plus jejeritan, si adik ikut bangun dan harus di gendong dulu diluar tenda. Hehe.. tapi tetap jadi pengalaman seru ^_^

Oya, ada yang ketinggalan. Jadi sore itu Raffa sempat jatuh kepalanya kebentur. Alhamdulillah tidak terlalu parah dan ceria lagi. Tapi meski begitu, tetap saja bikin deg-degan.

Dan pagi pun datang, anak-anak heboh pagi-pagi sudah pengen hammockan. Setelah sarapan dari bebawaan yang ada, kami menuju curug. Awalnya saya kira jauh, ternyata dekat banget. Tahu begitu dari sore sudah kesana. Info dari teman soalnya yang diceritain curug yang kedua terus, katanya bagus dan ga terlalu ramai, hanya saja jalannya menurun dan lumayan curam. Jadilah kami hanya sampai curug pertama itu.

mandidicurug

Setelah puas di curug, kami lebih banyak menghabiskan waktu didekat tenda dan juga jemur-jemur pakaian basah. Lumayan untuk mengurangi beban bawaan pak suami.

Setelah sholat Dzuhur dan packing telah selesai, juga berusaha menghabiskan perbekalan yang ada. Kami pun treking pulang. Di tanjakan, teteh masih mau jalan. Selepas tanjakan itu, karena capek dan ngantuk, teteh minta digendong. Berasa seperti gendong kulkas, kata Abinya. Hehe… lumayan, baju basah dan teteh yang berartnya sekitar 14 kg.

Teteh kelelahan

Yup.. itulah perjalanan kami akhir tahun lalu. Kemcer terlama yang pernah kami lakukan. SETAHUN!!! Hahahaha….

rame
Foto bersama (By Mami)

 

Untuk info tambahan lainnya seperti rute, akses kesana bisa baca disini ya ^_^. Selamat berlibur!

Iklan

4 tanggapan untuk “Rindu Kemcer Yang Akhirnya Terobati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s