New Member

Assalamu’alaikum..

Postingan yang sedikit berbeda dari yang biasanya cuma tentang tugas di IIP. Hehe..

Jadi saya mau memperkenalkan anggota baru keluarga kami.

Namanya Khadijah Ranum Hanna, lahir 10 Juni lalu dengan BB 3,3 kg dan PB 47 cm pada jam 14:55. Alhamdulillah dengan persalinan spontan.

Sedikit cerita sebelum dede Hanna lahir, yang kalau HPL dari dokter itu tanggal 21 Juni. Jadi maju 11 hari.

Karena HPL masih cukup lama dari lebaran, saya masih sempat pulang kampung. Tanggal 1 ke Pandeglang, ke rumah ortu saya, lalu H-2 lebaran ke Tangerang ke rumah mertua. H+1 lebaran, bersama dengan keluarga dari Tangerang, kami ke Pandeglang sekalian jalan-jalan ke Pemandian Air Panas Cisolong.

Mungkin karena cukup padat aktivitas itu akhirnya dede minta keluar duluan. Hehe..

Jadi hari Sabtu saya kembali ke Depok untuk beberes rumah dan mempersiapkan kebutuhan lahiran.

Hari Senin, jam 11an saya mulai merasakan kontraksi (antara ragu dan belum terlalu berasa) tapi karena nengantuk saya abaikan dan bisa tidur selama setengah jam. Lalu setelah bangun, karena masih merasa mulas dan makin sering, saya berfikir untuk mempersiapkan tas ranap lahiran.

Jam 1an tiba-tiba seperti ada yang keluar seperti bercak haid tapi warnanya kecokelatan. Saya teleponlah suami, saya bilang kalau saya ngeflek dan janjian ketemu di RS (posisi suami dikantor).

Setelah selesai telepon itu ternyata bukan flek, tapi ketuban yang rembes dan warnanya hijau kecokelatan. Paniklah saya. Bagaimana saya ke RSnya dengan ketuban dan terus rembes dan mules yang semakin sering.

Lalu saya pesan Go C*r. Eh, ga dapet-dapet driver. Hiks.. Setelah setengah jam lebih dan ga dapet, akhirnya saya memutuskan bawa motor sendiri ke RS. Antara nekat dan kepepet. Soalnya kalau dibonceng pengalaman terakhir cukup sakit. Jadi bismillah berangkatlah saya ke RS yang jaraknya sekitar 7 km itu.

Sampai di RS jam 2an. Langsung ke security, bilang kalau saya mau lahiran sudah pecah ketuban. Lalu sayapun diantar keruang tindakan. Alhamdulillah kondisi dede masih aman, pembukaan 3.

Ga lama suami datang dan langsung semangatin saya. Setelah itu di panggil suster untuk urus administrasi untuk tindakan. Katanya kalau dalam 1 jam tidak bisa lahir normal harus siap untuk operasi.

Ya Allah.. pada saat itu saya berdoa agar dedenya bisa lahir dengan mudah tidak perlu operasi.

Saya diinduksi melalui infus untuk mempercepat bukaan. Sambil terus dimonitor detak jantung bayi dan gerakannya. Yang saya rasakan dede tidak terlalu banyak bergerak.

Dalam waktu setengah jam, kontraksi makin intens dan saya merasakan mulas yang subhanallah tidak terkatakan, sedangkan bukaan masih 7. Mana pak suami masih diluar untuk urus admin tadi. Karena semakin tidak tertahan saya minta di panggilkan suami. Saya hanya bisa merapel-rapel doa-doa yang saya ingat dan terus beristighfar..

Tak lama setelah suami datang, dokter juga datang. Dokter menyuruh saya terlentang setelah sebelumnya posisi saya miring untuk menahan sakit dan dorongan untuk mengejan. Setelah terlentang itu saya disuruh mengejan, saya ingat 2 kali saya mengejan, alhamdulillah dede Hanna lahir dengan selamat. MasyaAllah..

Betapa melegakan semuanya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s