[BeraniCerita #1] BETINA

Teriakan atau yang menyerupai jeritan itu mengganggunya. Sungguh itu membuat perasaannya kacau balau. Sudah 2 hari berturut-turut teriakan itu tak kunjung henti. Dan membuat hatinya terluka.

Sebut saja namanya Dona.  Ia baru pindah ke lingkungan itu 2 bulan yang lalu. Ia menyukai rumah barunya karena lebih bersih dan nyaman. Tetangganya pun baik – baik. Ia merasa langsung diterima dilingkungan itu. Hampir semua orang yang pernah bertemu dengannya menyukainya. Selain itu, ada yang menarik perhatiannya sejak pertama kali bertemu. Dodo, nama itulah yang kemudian ia dengar dari orang – orang yang memanggilnya.

Continue reading “[BeraniCerita #1] BETINA”

Iklan

Pelangi dalam Sepotong Gulali (Part 5)

Pelangi

Cerita sebelumnya karya dari mba Ayana ada Saving My Memories ya…

Teman seperkerjaannya tadi yang mengiriminya pesan. Ia mengabari bahwa Daniel, si tikus culas itu akhirnya mengaku kalau itu bukan karya miliknya, tapi milik Andrian. Sungguh mengherankan mendapat kabar ini baginya, padahal belum 1 hari berlalu ketika Daniel dengan tampang tidak berdosanya mengaku-ngaku itu karyanya. Karena hal itulah Andrian memutuskan kembali ke kantor untuk mengetahui kejelasan berita itu.

3 tahun sudah perusahaan penerbitan yang cukup terkemuka di Jakarta itu mempekerjakannya sebagai Desainer Grafis. Sedikit banyak, ia menyukai pekerjaannya. Terlebih lagi karena ia masih punya waktu untuk sesekali menulis.

Andrian tiba di kantor jam setengah 6 sore. Cukup sepi. Tapi masih ada beberapa orang, termasuk pak Rowny dan Daniel. Sepertinya Daniel baru saja di panggil keruangannya. Lalu tak sengaja Andrian dan pak Rowny bertabrakan mata. Menyadari kedatangan Andrian, pak Rowny bangkit dari duduknya dan melambaikan tangan meminta Andrian untuk masuk ke ruangannya.

Continue reading “Pelangi dalam Sepotong Gulali (Part 5)”

QUEEN

Pada suatu hari…

Lahirlah seorang gadis cantik dari desa Ayah Queen
Perlahan-lahan ia tumbuh dewasa. Ayahnya adalah seorang Chief didesanya, dan ia adalah anak tunggal dari keluarga itu. Ayahnya, ingin sang gadis dapat menggantikannya suatu hari kelak, sehingga sang ayah mendidiknya dengan keras untuk menjadi pintar, bijak, sekaligus kuat. Tapi, meskipun dididik keras, sang gadis tidak keberatan, ia justru sangat menyukainya..
Ketika usia sang gadis 20 tahun, ayahnya berfikir bahwa sang gadis yang ia beri nama Queen tersebut sudah cukup mampu untuk memulai mengelola suatu desa. Karena pemikiran demikian Queen harus meninggalkan desa yg membesarkannya untuk mulai membesarkan desa baru yg menjadi tanggung jawabnya. Desa itu ia beri nama Queen Power..
Hari demi hari desanya semakin berkembang. Tapi Queen merasa ada yg kurang dalam hidupnya, yakni ia belum menemukan pangeran yg tepat untuk menemani hari-harinya. Cukup banyak sebenarnya yg mencoba meminangnya, hanya saja dari setiap lamaran yg ada selalu meminta hal yg tidak mungkin ia lakukan. meninggalkan desanya..
Adakah pangeran itu disini yg bisa menemani Queen??

Sampai saat ini, ia masih mencari…

*tulisan iseng rha di game rha.hihi…
ceritanya nyari balabantuan untuk memenuhi kebutuhan desa keduanya…^_^

Seorang Ummi

 
Ummi terduduk, lagi-lagi menghadap cermin. serasa hendak bercakap-cakap dengan diri sendiri, namun tetap sunyi…
 
Ya..inilah pekerjaannya seminggu ini, hanya memandangi cermin berjam-jam,bercakap tanpa sepatah katapun yang keluar dari bibir mungilnya..karena mungkin memang bukan dari luar, tapi dari dalam hatinya yang bergejolak, menyesakkan dada..
 

Continue reading “Seorang Ummi”

Cita-cita Itu

Aku mungkin adalah sebuah software gagal, yang dengan terpaksa harus tetap dikemas untuk dipasarkan. Aku berusaha tampil semenarik mungkin agar bisa diterima dunia, tapi tetap saja sia-sia. Aku disini, ditempat yang baru dimana aku berfikir bahwa aku akan memulai suatu kehidupan yang baru dengan meninggalkan kenangan lama yang selalu mengingatkanku akan kegagalan penciptaanku. Sebuah tempat yang aku sangat berharap besar padanya untuk menjadikanku sesuatu yang jauh lebih baik yang bisa membuatku merasa lebih berarti, berguna untuk orang lain.

Awal perjalananku cukup mengasikkan. Semua seperti mulai dari awal, karena kita tidak saling mengenal satu sama lain. Aku menikmati kehidupanku yang sekarang. Jauh dari control, bukan berarti melanggar, tapi melakukan yang perlu dan berhati-hati. Aku ingin agar tetap dipercaya, karena kepercayaan itu akan sulit didapat jika kita sudah pernah menghilangkan kepercayaan itu.

Continue reading “Cita-cita Itu”