Pendakian Merbabu (part 1)

Tentang perjalan ke Merbabu adalah sebuah perjalanan yang luar biasa.

Seperti sudah sempat saya sampaikan sebelumnya. Merbabu membuat saya tertarik mendakinya dari saat pertama kali saya melihat foto-foto kawan yang sudah lebih dulu menginjakan kaki disana. Melihatnya seolah mengajak saya untuk melihat keindahannya secara langsung.

foto dari Bang Edwin

Event ke Merbabu ini saya dapatkan dari Group FB Share Traveler 1 bulan sebelum keberangkatan. Disana bertindak sebagai TL yaitu Mba Arina (pernah 1 trip ke Wonosari dari Group FB Petualang 24). Karena sudah ada yang dikenal sebelumnya, saya tidak worried lagi dan langsung memutuskan join.

Karena jarak event dan pelaksanaan tripnya cukup lama, sempat banyak kegalauan yang menghampiri, “jadi berangkat ga ya?”, “apa lebih baik ikut ke acara yang lain aja?” dan berbagai bisikan lain yang coba menrecoki sampai pada seminggu terakhir, keril yang mau dipakai belum selesai diperbaiki😦

Finally, jadi juga berangkat. Waktu itu, karena ada teman yang bawa mobil dan pulang ke daerah Sunter, saya ikut beliau untuk ke Stasiun Senen (Meeting Point). Jadi, pas jam istirahat makan siang, saya sudah bawa keril saya itu ke kantor (dapet sambutan luar biasa hangat dari kantor) hehe…

Melepas kepergian mira ke Merbabu (@office)

Sampai distasiun jam 7 kurang. Karena belum ada yang lain, saya solat Magrib dan solah Isya terlebih dulu. Setelah itu, karena laper, saya makan dulu. Disana saya ketemu mas Feri, yang setelahnya lebih sering dipanggil mas Lele (karena nama di FBnya demikian). Baru pertama kali saya bertemu beliau, karena bawaannya keril, saya coba Tanya “ke Merbabu, Mas?” dan ternyata benar. So, patner ngertip yang pertama saya temui adalah beliau.

Selanjutnya, setelah selesai makan kami (saya dan mas Lele) bergabung mencari teman lain yang sudah berkumpul, ada mba Arina, mas Wahyu, mba Esta, mba Erna, mba, Evi, Imam, dan mba Cindy. Yups, dari Jakarta 9 orang.

Kereta ekonomi kami pun tiba tepat waktu, 9:35 WIB, Progo. Kami pun naik dan menduduki kursi-kursi kami sesuai dengan nomor yang tertera di tiket. Bercerita sedikit, kemudian sibuk memposisikan diri untuk beristirahat dengan nyaman, karena perjalan yang cukup jauh. Jogjalah tujuan kami.

Sampai di Jogja jam 7.05an. Bersih – bersih dulu sambil menunggu mobil elf carteran. Jam 8 mas Gon (Guide Jogja plus personel P24 dan ST juga) dan teh Nunu (dari Bandung yang sudah 1 minggu di Jogja) datang menjemput kami. Dan selanjutnya sarapan Gudeg dikawasan UGM.

Karena kepanjangan, ceritanya bersambung disini ya…

Simak part berikutnya disini dan disini.

37 pemikiran pada “Pendakian Merbabu (part 1)

    1. Mira numpang lahir diBontang, Kaltim. Ortu di Banten Selatan.
      Tapi sekarang jadi warga DKI karena kerja disini.

      Wah, sayang banget kalau deket tapi belum ke Merbabu. Hehe… cantik soalnya.
      Tapi belum pengen kesana 2 kali sih.😀

      1. hehe.. iya sih,
        cuma kalau lihat postur Merapi dan menurut cerita temen2 yang sudah kesana, Merapi itu gersang, dan dipuncaknya nda ada apa2. Nda terlalu bagus viewnya…🙂

      1. Berhubung saya pramuka, jadi ya paling ikutan-ikutan kegiatan gitu. Kalo gunung saya gak pernah yang tinggi2. Paling cuma camping aja di tangkuban perahu, pernah naik juga ke gunung dikit di deket unpad.😀

        Kalo kemah, paling jauh udah ke palembang, sama makassar. Hihihi

        Rumah saya di Pemalang, Jawa Tengah. Tapi udah deket sama perbatasan ke Purbalingga nih. Sekitar 15 km udah pos pendakian Gunung Slamet padahal. Tapi malah belum pernah naik kesana. Hehehehe

        Kalo mbaknya sendiri ni udah sering kayaknya ya? Udah pernah kemana mbak?

      2. Hehe… tos, sama2 anak pramuka. Dari SD, SMP, SMA.
        Rasanya dari situlah suka berpetualang, hiking, camping..

        Mulai aktif travelling itu 1 tahun belakangan ini, setelah selesai kuliah dan sudah berpenghasilan dari kerja.

        Merbabu itu gunung ke 4 yang mira daki. Sebelumnya G. Pulosari – Banten, G. Api Purba – Wonosari, G. Papandayan – Garut, terus Merbabu ini.

        Sisanya ya jalan-jalan ke pantai, atau ke curug.hehe…
        Masih kategori newbie😀

      3. Ihihihi, saya sampe kuliah dong.😀

        Wah wah, mantap deh kalo udah penghasilan mah. Menurutku yang penting passion sih mbak. Mau jadi gelandangan hajaaaaaar weh. Hehe. .

        Mantap tap tap.😀

        Kalo saya hobbi travelling, mbolang ke kota-kota gitu lah. kemanapun angin membawa saya pergi (gak lupa juga pas punya uang. hehehe) saya pasti pergi. Meskipun hanya sebatas membuang galow di hati. hehehehe

        Sekarang udah kerja to mbak? Dimana kalo boleh tahu?

      4. Dikampus masih ada pramuka? wow…
        dikampus mira nda ada…
        Jadinya ya ikut organisasi kampus aja… Jadi Kura2…😀
        Hehe… kalau ngegelandang belum berani sepertinya, takut bisa pergi ga bisa pulang…🙂

        Alhamdulillah sudah..
        Di PT. Indonesia Comnets Plus didaerah Gatot Subroto.

      5. Masih nih mbak. Termasuk jadi perintis yang ngediriin. Hehe😀

        Kalo cewek emang agak susah mbak, ya tahu sendiri lah, kalo gak bareng2 bisa gawat juga.😀

        Wahhhhhh, mantap.
        Ada anak STT Telkom gak disana? Kayaknya cukup banyak tuh temen2 disana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s